Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil,  dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Sofyan Djalil: Pembangunan Jalan di Ibu Kota Baru Antisipasi Kemacetan

Gora Kunjana, Rabu, 2 Oktober 2019 | 19:18 WIB

BALIKPAPAN, investor.id - Belajar dari Jakarta, pembangunan jalanan di ibu kota baru nanti akan memperhitungkan segala aspek secara komprehansif untuk mencegah terjadinya kemacetan. Hal ini dimungkinkan karena lahan ibu kota baru adalah lahan kosong.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Dajlil mengatakan, pembangunan ibu kota baru di wilayah yang belum banyak penduduknya bisa didesain sesuai standar terbaik pembangunan kota misalnya menyangkut jalan.

 

“Hari ini kita lihat jalan begitu sempit karena right of way atau ruang jalan sangat terbatas. Contoh Trans Sumatera, dulu itu dibangun di tengah hutan tapi karena waktu itu bukan untuk jangka panjang, right of way diambil cuma 28-30 meter, hari ini macet di mana-mana. Nanti semua jalan yang akan kita bangun, right of way-nya paling sedikit 80-100 meter. Sehingga di masa yang akan datang, kita akan mengembangkan jalan yang memenuhi syarat,” katanya di Balikpapan, Rabu (2/10/2019).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil,  dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Sofyan menambahkan hal itu sangat dimungkinkan karena ibu kota baru ada di pulau yang masih kosong milik negara. Negara, kata dia, akan mengklaim pulau kosong tersebut sebagai suaka alam milik negara, sehingga nanti segala pohon-pohon asli Kalimantan akan bisa dipertahankan.

Saat ini di kota-kota besar di Kalimantan, di Sumatera praktis tidak ada taman. Oleh sebab itu, tandas Sofyan, ini kesempatan yang bagus sekali untuk Indonesia membangun kota dengan signature (ciri khas) Indonesia, dengan standar internasional.

“Misalnya kita ambil right of way itu 100 meter. Di masa akan datang kita bisa bangun sebelah kirinya rel kereta api, sebelah kanannya pipa air, pipa gas, dan jalur listrik, sehingga lebih teratur. Yang kedua, kalau kita ambil sekarang ini lebih mudah dari pada nanti tempat sudah penuh orang, biaya menjadi sangat mahal,” jelasnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil,  dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Lebih jauh Sofyan mengatakan, terhadap wilayah HGU, wilayah konsesi, pemerintah akan langsung melakukan arsir tanpa perlu membayar. Para pemegang lahan boleh memakai atau mengelola sampai negara membutuhkan. Namun lahan itu sudah ditandai sebagai tanah milik jalan.

Menurut Sofyan Djalil, di antara kota-kota di Indonesia yang paling bagus pengaturan jalan dengan visi jangka panjang adalah Kupang.

“Kita lihat dari KRL jalan dari bandara itu diambil itu lebar sekali dibangun kiri kanan, di tengah jadi taman. Kalo nanti perlu pengembangan, mengembang ke dalam, sehingga tidak perlu pembebasan lahan lagi. Di sini barangkali juga sepertu itu. Kalau misalnya anggaran memungkinkan bikin aja kiri kanan, di tengah tetap hutan. Kalaupun tidak bisa kita bikin jalan tengah, kita patok aja kiri kanan 50-50 dan itu tidak boleh orang bangun, siapa yang bangun boleh di luar itu,” ucapnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil,  dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Terakhir, Sofyan Djalil menyebutkan bahwa lokasi rest area juga tidak boleh dibangun di pinggir jalan, harus masuk ke dalam.

“Jangan seperti kota-kota di Indonesia sekarang ini, mal itu di pinggir-pinggir jalan, itu kan bikin macet di mana-mana. Di Amerika, mal itu di tempat yang terpisah, atau harus jalan masuk sehingga tidak mengganggu main traffic,” pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA