Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi dolar AS

Ilustrasi dolar AS

S&P dan R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Jumat, 23 April 2021 | 00:11 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id - Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) mempertahankan peringkat utang atau sovereign credit rating Indonesia pada BBB/outlook negatif pada 22 April 2021. S&P beralasan, peringkat Indonesia dipertahankan karena prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat dan rekam jejak kebijakan otoritas yang berhati-hati.

Pada hari yang sama, lembaga pemeringkat Rating and Investment Information Inc (R&I) juga mempertahankan peringkat utang Indonesia pada BBB+/outlook stabil (investment grade). Keputusan afirmasi peringkat oleh R&I didukung oleh setidaknya tiga faktor utama yaitu pertama, ekonomi Indonesia yang diperkirakan kembali tumbuh ke level sebelum pandemi Covid-19 dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Kedua, rasio utang pemerintah tetap rendah di tengah tekanan fiskal yang meningkat. Disiplin kebijakan fiskal yang ditempuh selama ini akan mendorong perbaikan keseimbangan fiskal dalam beberapa tahun ke depan. Ketiga, resiliensi ekonomi terhadap guncangan sektor eksternal tetap terjaga didukung respons kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia serta cadangan devisa yang memadai.

Menanggapi keputusan kedua lembaga pemeringkat tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, afirmasi peringkat utang Indonesia tersebut menunjukkan, di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia.

“Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/4) malam.

Menurut S&P, respon kebijakan fiskal Pemerintah serta pembatasan mobilitas yang terukur saat pandemi dapat meredam dampak negatif pada ekonomi. Lembaga ini memperkirakan, perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terakselerasi pada 2022 seiring percepatan program vaksinasi dan normalisasi aktivitas ekonomi secara bertahap.

“Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh pemerintah pada November 2020 juga akan menciptakan lapangan kerja dan menarik penanaman modal asing (PMA) sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar S&P dalam laporannya.

Namun, di sisi lain S&P juga mengingatkan bahwa risiko fiskal dan risiko eksternal terkait pandemi Covid-19 perlu menjadi perhatian bagi Indonesia. Sebelumnya, pada 17 April 2020 S&P mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB dan merevisi outlook dari stabil menjadi negatif.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN