Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Sri Mulyani Kejar Pemulihan Ekonomi di Kuartal III dan IV

Senin, 22 Juni 2020 | 12:21 WIB
Investor Daily

Jakarta, investor.id-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengejar pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19 pada kuartal III dan IV, setelah pada kuartal I dan II dipastikan terjadi kontraksi sangat dalam. “Sekarang fokus dari pemerintah adalah mengejar agar kuartal III dan IV ekonominya bisa kembali pulih dari situasi kontraksi pada kuartal II,” kata Sri Mulyani dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (22/6).

Sri Mulyani mengatakan kontraksi paling dalam akan terjadi pada kuartal II mengingat April dan Mei merupakan masa-masa gencar diterapkannya PSBB yang akhirnya mampu menekan hampir seluruh aktivitas perekonomian. “Kondisi April dan Mei yang sangat menekan itu merupakan kondisi terburuk sehingga Juni dan Juli kita sudah bisa melihat adanya sedikit perbaikan dan momentumnya bisa dijaga di kuartal III dan IV,” katanya.

Oleh sebab itu Sri Mulyani memastikan pihaknya beserta Bank Indonesia akan menggunakan instrumen kebijakan fiskal dan moneter secara baik dalam rangka merealisasikan pemulihan ekonomi nasional pada kuartal III dan IV. “Ini menjadi fokus pemerintah dalam menggunakan instrumen kebijakannya dan Gubernur BI akan terus mengawal agar momentum pemulihan di kuartal III dan IV bisa terealisasi,” tegasnya.

Sementara itu, untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dipangkas dari 2,3% sampai terkontaksi 0,4% menjadi 1% hingga terkontraksi 0,4%. “Ini karena tadi upper end-nya 2,3% kita revisi ke bawah dengan melihat kontraksi yang terjadi di kuartal II,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dilakukan oleh World Bank 0%, OECD terkontraksi 2,8% hingga 3,9%, serta ADB minus 1% yang tadinya tumbuh di atas 2%. “IMF pada April lalu menyampaikan Indonesia hanya akan tumbuh 0,5% dan tahun depan di atas 8%. Tapi IMF akan melakukan revisi pada Juli nanti,” katanya.

Selanjutnya Sri Mulyani menuturkan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 pemerintah memprediksikan berada di kisaran 4,5% hingga 5,5%. “Ini (proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021) bisa diharapkan menimbulkan confidence bagi kita,” ujarnya.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN