Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Harga kontrak berjangka CPO milik PT Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (ICDX), CPOTR, naik 1,90% dalam sepekan terakhir.

Harga kontrak berjangka CPO milik PT Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (ICDX), CPOTR, naik 1,90% dalam sepekan terakhir.

Sri Mulyani Naikkan Bea Keluar Ekspor CPO dan Turunannya

Selasa, 14 Juni 2022 | 00:58 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98//PMK.010/2022 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 39/PMK.010/2022 tentang Penetapan Barang Ekspor Yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar, meningkatkan besaran tarif bea keluar atas barang ekspor berupa kelapa sawit, crude palm oil (CPO), dan produk turunannya. PMK perubahan ini berlaku sejak 10 Juni 2022.

"Peraturan ini menimbang bahwa untuk mendukung stabilitas harga di dalam negeri dan ketersediaan produk kelapa sawit, CPO, dan produk turunannya, serta untuk menguatkan kapasitas fiskal dalam mengantisipasi harga di pasar internasional," ujar Sri Mulyani yang dikutip di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Advertisement

Selain meningkatkan harga, aturan tersebut turut menambah kategori harga referensi atas barang ekspor berupa kelapa sawit, CPO, dan produk turunannya yang dikenakan bea keluar dari sebanyak 12 kategori menjadi 17 kategori.

Dalam lampiran PMK tersebut, bea keluar yang naik tercatat untuk enam kategori harga referensi, yaitu lebih dari US$ 1.000 sampai US$ 1.050 per ton yakni dari US$ 93 menjadi US$ 124.

Kemudian harga referensi lebih dari US$ 1.050 sampai US$ 1.100 per ton dinaikkan dari US$ 116menjadi US$ 148. Untuk harga referensi lebih dari US$ 1.100 sampai US$ 1.150 per ton, bea keluar ditingkatkan dari US$ 144 menjadi US$ 178.

Bea keluar kategori harga referensi lebih dari US$ 1.150 sampai US$ 1.200 per ton turut ditingkatkan dari US$ 166 menjadi US$ 201. Begitu pula untuk harga referensi lebih dari US$ 1.200 sampai US$ 1.250 per ton, bea keluar ditingkatkan dari US$ 183 menjadi US$ 220.

Sedangkan dari harga referensi lebih dari US$ 1.250 sampai US$ 1.300 per ton, bea keluar pun ditingkatkan dari US$ 200 menjadi US$ 240.

Sementara untuk lima kategori yang ditambah adalah bea keluar US$ 250 untuk harga referensi US$ 1.250 sampai US$ 1.300 per ton dan US$ 260 untuk harga referensi US$ 1.300 sampai US$ 1.350 per ton.

Selanjutnya, bea keluar sebesar US$ 270 untuk tambahan harga referensi US$ 1.400 sampai US$ 1.450 per ton, serta US$ 280 untuk harga referensi US$ 1.450 sampai US$ 1.500 per ton.

Terdapat pula penambahan kategori untuk harga referensi US$ 1.500 sampai US$ 1.550 per ton yang dikenakan bea keluar sebesar US$ 288.

Di sisi lain terdapat enam kategori harga referensi dengan tarif bea keluar yang tetap sama, yakni harga referensi sampai dengan US$ 750 per ton yang tak dikenakan bea keluar.

Bea keluar harga referensi lebih dari US$ 750 sampai US$ 800 per ton juga tetap US$ 3, serta harga referensi lebih dari US$ 800 sampai US$ 850 per ton tetap US$ 18.

Harga referensi lebih dari US$ 850 sampai US$ 900 per ton pun tetap dikenakan bea keluar US$ 33 dan harga referensi lebih dari US$ 900 sampai US$ 950 per ton pun tetap US$ 52.

Ketentuan yang sama juga berlaku untuk harga referensi lebih dari US$ 950 sampai US$ 1.000 per ton yang tetap dikenakan bea keluar sebesar US$ 74.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN