Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani: Pelonggaran PSBB Bukan karena Menomorduakan Kesehatan dan Mendahulukan Ekonomi

Nasori, Senin, 1 Juni 2020 | 08:57 WIB

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menampik pandangan yang menyebutkan bahwa pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan karena pemerintah menomorduakan urusan kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 dan lebih mengutamakan kepentingan ekonomi.

“Pandangan yang seolah-olah mendahulukan ekonomi sehingga dilakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), adalah tidak benar. Kesehatan dan ekonomi sama pentingnya dan harus berjalan bersama,” ujar Sri Mulyani dalam unggahan di akun media sosialnya, Minggu (31/5).

Menkeu menyebutkan, sejak Maret 2020, melalui PSBB pemerintah melakukan langkah untuk memprioritaskan kesehatan dengan terlebih dahulu merealokasi anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta masyarakat langsung.

“Langkah-langkah pencegahan secara masif dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa,” ucap mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut, menceriterakan kembali pernyataan yang ia sampaikan dalam sebuah acara dialog pada Jumat (29/5) malam.

Menurut Sri Mulyani, percepatan langkah pemerintah dalam mengatasi pandemi itu juga terlihat dari jumlah laboratorium penanganan COVID-19 yang bertambah signifikan mulai dari hanya satu laboratorium pada Maret, hingga kini telah berjumlah lebih dari 100 laboratorium untuk rapid test dan polymerase chain reaction (PCR).

Ia menegaskan bahwa pemerintah bukan tanpa dasar dalam melakukan pelonggaran PSBB. Terkait ini pemerintah mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu pelonggaran PSBB bisa dilakukan jika angka Rt (reproduksi efektif) di bawah satu selama 14 hari berturut-turut.

“Berdasarkan zonasi, terdapat sekitar 220 daerah yang masuk zona hijau, yaitu daerah yang terkena Covid-19 sangat sedikit, Rt 0 atau tidak ada perkembangan yang mengkhawatirkan, sehingga tidak perlu diatur sebagaimana zona merah,” ungkap Menkeu.

Kendati demikian, kata dia, pemerintah harus menyiapkan protokol kenormalan baru (new normal) sebagai mitigasi risiko agar tidak terjadi serangan gelombang kedua. Langkah-langkah dalam membuat protokol kesehatan disiapkan baik di tempat industri, mal, serta berbagai sarana publik.

“Saat ini, masing-masing kementerian menyiapkan protokol tersebut. TNI dan Polri juga akan turut terlibat untuk menjamin enforcement dan disiplin pelaksanaan protokol tersebut di ruang publik,” tutur Sri Mulyani.

 

Vicious Cycle’

Terkait kondisi fiskal, ia menyatakan, pemerintah berupaya agar perekonomian Indonesia tidak turun terlalu dalam. Pasalnya, APBN merupakan bantalan bagi masyarakat luas serta dunia usaha agar memiliki daya tahan di tengah pandemi Covid-19.

Agar tidak terjadi ‘vicious cycle’ (‘lingkaran setan’), lanjut dia, pemerintah mengombinasikan antara pemberian dukungan dari subsidi, pajak, kredit modal kerja, dan pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap. “Tentunya dengan tanpa kompromi terhadap protokol kesehatan,” tandas Menkeu.

Bantalan sosial misalnya, kata Sri Mulyani, diberikan dengan menjangkau 55% penduduk Indonesia hingga ke desa-desa. Pemberian bantuan sosial (bansos) pun, diperpanjang dari semula enam bulan menjadi sampai akhir tahun 2020, subsidi listrik dari semula tiga bulan menjadi enam bulan, program padat karya juga tetap diluncurkan.

“Untuk dunia usaha, pemberian subsidi bunga adalah sebesar Rp 34 triliun,” ucap dia.

Sri Mulyani berharap, langkah-langkah ini dapat membantu masyarakat maupun dunia usaha untuk bangkit lagi dan lebih kuat sehingga kemampuan untuk bertahan juga menjadi lebih besar. “Bersama kita berjuang keluar dari pandemi Covid-19 dan membangun lagi ekonomi rumah tangga, usaha kecil, dan ekonomi Indonesia,” ujar dia.

Sri Mulyani pun mengajak netizen agar jangan pernah berkompromi terhadap urusan kesehatan. “Ayo jaga kesehatan kita dan orang-orang yang kita sayangi dengan terus waspada dan melaksanakan protokol kesehatan!” pungkas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN