Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Sri Mulyani: Pemanfaatan Insentif Pajak Capai Rp 57,85 Triliun

Kamis, 23 September 2021 | 14:31 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pemberian insentif pajak oleh pemerintah telah dimanfaatkan sebesar Rp 57,85 triliun hingga pertengahan September 2021.

“Untuk insentif pajak realisasinya cukup bagus,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTA) di Jakarta, Kamis (23/09/2021).

Realisasi insentif pajak Rp 57,85 triliun tersebut meliputi insentif dunia usaha melalui PMK-9 sebesar Rp 55,6 triliun, insentif PMK-21 yakni PPN DTP Rumah Rp 0,52 triliun dan insentif PMK-31 yakni PPnBM DTP kendaraan bermotor Rp 1,73 triliun.

Secara rinci insentif dunia usaha melalui PMK-9 yang telah dimanfaatkan WP mencapai Rp 55,6 triliun terdiri atas insentif untuk meningkatkan daya beli masyarakat yaitu PPh Pasal 21 senilai Rp 2,22 triliun oleh 79.602 pemberi kerja.

Insentif untuk membantu likuiditas dan kelangsungan usaha melalui PPh Pasal 22 Impor Rp 17,26 triliun oleh 9.433 WP, PPh Pasal 25 Rp 24,06 triliun oleh 57.307 WP, dan Restitusi PPN Rp 4,77 triliun oleh 2.149 WP.

Insentif penurunan tarif PPh Badan yang berlaku umum yaitu melalui PPh Pasal 25 Rp 6,84 triliun dan insentif untuk membantu UMKN melalui PPh Final PP-23 UMKM Rp 0,45 triliun oleh 124.209 UMKM.

Selanjutnya, untuk insentif melalui PMK-21 berupa PPN DTP Rumah yang telah mencapai Rp 0,52 triliun dimanfaatkan oleh 8.511 pembeli melalui 763 pengembang.

Terakhir, untuk insentif PMK-31 berupa PPnBM DTP kendaraan bermotor telah dimanfaatkan oleh WP senilai Rp 1,73 triliun melalui enam pabrikan kendaraan bermotor.

“Kami kemarin sudah mengumumkan PPnBM DTP kendaraan bermotor akan diperpanjang hingga Desember. Ini kita harapkan dinikmati masyarakat,” ujar dia.

Sri Mulyani tidak memungkiri bahwa perpanjangan pemberian insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor hingga Desember 2021 akan menekan penerimaan namun sekaligus memberi multiplier efek bagi industri manufaktur. “Terutama dari sisi konsumsi akan bisa diharapkan mendorong pemulihan,” tegas dia.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN