Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Sri Mulyani: Perubahan Iklim Memiliki Dampak Serupa dengan Covid-19

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:56 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan perubahan iklim atau climate change merupakan tantangan global, yang diperkirakan memiliki dampak dan tekanan yang sama dengan pandemi Covid-19.

 “Climate change adalah global disaster yang magnitude-nya diperkirakan akan sama dengan pandemi,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (27/7).

Ia mengatakan pandemi Covid-19 bermula di Wuhan yang menyebar secara cepat dan luas disebabkan oleh mobilitas manusia.

Sementara itu perubahan iklim sudah menjadi ancaman nyata bagi global telah dipelajari oleh para ilmuan yakni semakin banyak negara melakukan pembangunan maka semakin besar juga potensi terhadap kenaikan suhu dunia.

Peningkatan pembangunan yang dilakukan juga akan mendorong mobilitas masyarakat maupun meningkatkan penggunaan energi sehingga tekanan terhadap sumber daya alam (SDA) menjadi semakin nyata.

“Seluruh kegiatan manusia juga semakin menghasilkan CO2 emission atau emisi karbon yang mengancam dunia dalam bentuk kenaikan suhu,” ujarnya.

Bahkan saat ini, dunia tengah berlomba-lomba untuk menghindarkan agar dunia ini tidak naik suhunya 1,5 derajat untuk menghindarkan implikasi katastrofik dari kenaikan suhu atau temperatur dunia.

“Nah karena dunia adalah bulat dan kita hidup di dalam bumi yang sama climate change tentu mempengaruhi semua makhluk dan manusia di dunia,”tuturnya.

Hal ini dinilainya  sama dengan pandemi Covid-19 yaitu tidak akan ada satu negara pun yang mampu terbebas dari ancaman dampak dari perubahan iklim.

Ia menjelaskan apabila suatu negara tidak siap sistem kesehatan, kemampuan fiskal, kedisiplinan dan kemampuan untuk mendapatkan vaksin maupun melakukan vaksinasi maka akan terkena dampak paling berat.

Climate change juga akan sama, negara-negara yang miskin mungkin akan mendapatkan dampak yang jauh lebih berat. Oleh karena itu seluruh dunia sekarang berikhtiar untuk menghindarkan dampak katastropik dari climate change ini,”ungkapnya.

Dengan demikian, Menkeu menegaskan penanganan perubahan iklim membutuhkan komitmen dari semua pihak karena sama dengan pandemi Covid-19 yang tidak bisa hanya bergantung pada satu aktor saja.

Pasalnya ancaman perubahan iklim juga akan mempengaruhi 1,5 miliar pekerja di dunia, dengan transisi menuju pembangunan dengan emisi karbon yang rendah. Hal ini tentu akan mempengaruhi strategi dan juga kebijakan yang harus dilakukan secara bersama untuk memformulasikan strategi pembangunan yang menuju transisi rendah karbon.

“Tidak hanya bergantung pada satu aktor apakah pemerintah, satu negara meskipun dia powerfull sekalipun tidak akan bisa. Satu perusahaan tidak akan bisa, satu sektor tidak akan bisa. Jadi ekosistem seluruh dunia harus berubah,” tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN