Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengiriman 13,8 juta dosis vaksin tiba di Indonesia. Foto ilustrasi: IST

Pengiriman 13,8 juta dosis vaksin tiba di Indonesia. Foto ilustrasi: IST

Sri Mulyani: Realisasi Belanja Pengadaan Vaksin Rp10,6 Triliun

Rabu, 21 Juli 2021 | 19:31 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi belanja pemerintah untuk pengadaan vaksin Covid -19 per 19 Juli 2021,  telah mencapai Rp 10,6 triliun untuk  pembayaran 53,9 juta dosis. 

“Kalau kita lihat realisasi pengadaan anggaran yang dipakai membeli vaksin mencapai Rp10,6 triliun atau untuk pembayaran 53,9 juta dosis,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Rabu (21/7). 

Secara rinci, hingga saat ini, total vaksinasi sudah sebanyak 58,79 juta dosis vaksin Covid -19,meliputi 42,34 juta dosis pertama dan 16,45 juta dosis kedua.

Tak hanya itu ia menyamapikan bahwa suplai vaksin yang telah dirilis hingga 19 Juli 2021 mencapai 78 juta dosis dan telah didistribusikan sebanyak 73,68 juta dosis.

Apabila mengacu data dari Bea dan Cukai hingga 19 Juli 2021, Indonesia telah melakukan impor vaksin Covid -19 sejumlah 143,65 juta dosis yang meliputi Sinivac dalam bentuk jadi sebanyak 3 juta dosis dan Sinovac dalam bentuk bulk 115,5 juta dosis.

Selanjutnya, Sinopharm dalam bentuk jadi sebabyak 6,25 juta dosis, Astra Zeneca dalam bentuk jadi sebanyak 14,9 juta dosis, dan Moderna dalam bentuk jadi sebanyak 4 juta dosis.

“Yang bulk seperti Sinovac tidak otomatis 100% menjadi vaksin jadi karena ada proses kehilangan dalam membentuknya menjadi vaksin jadi,” jelasnya.

Dengan ketersediaan vaksin yang terus dipenuhi pemerintah, Menkeu menegaskan pemerintah akan berupaya untuk mengakselerasi vaksiansi mencapai 2 juta dosis per hari mulai bulan Agustus 2021. Hal ini dilakukan dengan memperbanyak pos pelayanan vaksinasi yang berkerja sama dengan TNI, Polri, organisasi masyarakat, seerta dunia usaha.

“Kita berikan penambahan untuk biaya vaksinator dari TNI, polri dan BKKBN dan perceptan vaksinasi dnegan mempercepat pos pelayanan vaksin di berbagai tepat kerjasama TNI polri dan organisasi kemasyarakatan, serta dunia usaha,” tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN