Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri Mulyani: Seluruh Dunia Belanjakan US$ 11 Triliun Tangani Covid-19

Selasa, 27 Juli 2021 | 22:11 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangann Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertemuan G20 mengidentifikasikan bahwa seluruh negara di dunia telah membelanjakan anggaran lebih dari US$11 triliun dalam rangka menangani dampak pandemi Covid-19.

“Dunia sudah mengalokasikan lebih dari US$11 triliun. Seluruh negara menggunakan resources-nya untuk melindungi rakyatnya,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (27/7).

Ia mengatakan bahwa seluruh negara menggunakan beragam instrumen kebijakannya untuk menangani dampak pandmei Covid-19. Sehingga perekonomian dapat cepat pulih.

"Seluruh negara di dunia menggunakan semua intrumen, resources policy untuk menghadapi ancaman ini. Kebijakan fiskal, moneter, regulasi seperti di OJK semuanya dilakukan untuk bisa pertama menghadapi ancaman itu melindungi masyarakat dan dunia usaha serta perekonimian agar tetap bisa bertahan dan pulih kembali,"tegasnya.

Sri Mulyani mengatakan tidak ada satu pun negara yang terhindar dari ancaman Covid -19 terlebih lagi dengan sifat virusnya yang tidak statis dan terus mengalami mutasi sehingga tingkat penularan maupun kematiannya juga terus bergerak.

"Kita sudah 18 bulan seluruh dunia tanpa terkecuali, semuanya menghadapi tanyangan ini dan ikhtiar yang dilakukan dampak dari Covid-19 terhadap kehidupan sosial ek dan kesehatan ancaman jiwa itu begitu sangat besar"ungkapnya.

Apalagi dampak pandemi yang berimplikasi pada kehidupan sosial, ekonomi, sekaligus kesehatan ini akhirnya memaksa seluruh negara menggunakan sumber dayanya untuk melindungi rakyatnya.

Ia menyebutkan di bidang kesehatan dilakukan berbagai cara untuk memutus tali penularan yang ternyata berimplikasi begitu dahsyat di bidang sosial, ekonomi dan politik.

“Masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan seperti biasa, interaksi mobilitas semuanya dibatasi. Ini pasti memukul sektor sosial dan ekonomi dari suatu negara,” ujarnya.

Oleh sebab itu, seluruh negara di dunia menggunakan semua instrumen serta sumber daya maupun kebijakannya baik fiskal dan moneter untuk menghadapi ancaman ini yang secara global mencapai US$11 triliun.

“US$11 triliun sudah dibelanjakan seluruh dunia dalam bentuk fiskal, defisit yang melebar, dan dalam bentuk monetary easing yang semuanya bertujuan untuk bisa menghadapi pandemi,” tegasnya.

Adpaun, Pemerintah Indonesia sendiri pada tahun lalu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 695,2 triliun untuk program penaganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terserap Rp 579,78 triliun atau 83,4%.

Sementara tahun ini, program PEN mendapat alokasi anggaran Rp 744,75 triliun dengan realisasi per 16 Juli sebesar Rp 277,36 triliun atau 37,2%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN