Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, didampingi Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara dan Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo memberikan keterangan pers usai penyerahan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak 2019, di Kantor Pusat Dirjen Pajak di Jakarta, Selasa (10/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, didampingi Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara dan Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo memberikan keterangan pers usai penyerahan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak 2019, di Kantor Pusat Dirjen Pajak di Jakarta, Selasa (10/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sri Mulyani: Tidak Ada Trade-off antara Kesehatan dan Ekonomi

Nasori, Sabtu, 23 Mei 2020 | 14:25 WIB

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa kesehatan dan ekonomi adalah dua hal yang harus berjalan beriringan dan tidak ada trade-off di antara keduanya. Ia mengibaratkan kedua hal tersebut tak ubahnya seperti bayi kembar siam yang tidak terpisahkan.

“Tidak ada trade-off antara kesehatan dan ekonomi. Keduanya ibarat bayi kembar siam yang tidak dipisahkan, maka kalau tidak ada kesehatan, tidak ada ekonomi, begitu juga sebaliknya,” ujar Sri Mulyani dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya, Sabtu (23/5) siang.

Olah karena itu, ia melanjutkan, pada saat terjadi pandemi Covid-19, langkah pertama pemerintah adalah mengunci terlebih dahulu dana Rp 75 triliun khusus untuk kesehatan atau penyelamatan masyarakat dari dampak virus corona baru tersebut.

Unggahan Sri Mulyani itu menceriterakan kegiatan dialog secara virtual yang dia lakukan dengan Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KoMPAK). “Mengakhiri pekan ini, Jumat (22 Mei 2020), saya berkesempatan mengadakan dialog dengan Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan,” ujar dia mengawali unggahannya.

Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani mengaku bersyukur dialog tersebut bisa terlaksana, karena berkesempatan menyampaikan rasa kagum dan penghargaan yang setinggi-tingginya secara pribadi. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat profesi maupun asosiasi di bidang kesehatan atas dedikasi, pengorbanan, dan risiko yang dihadapi dalam menghadapi pandemi Civid-19 di garis terdepan.

“Saya ungkapkan juga rasa sedih dan prihatin yang mendalam untuk para tenaga medis yang gugur dalam melaksanakan tugas menyelamatkan nyawa korban Covid-19,” ucap mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

Sri Mulyani berharap, semua tenaga medis dan tenaga kesehatan terus menyuarakan semangat untuk melawan Covid-19 karena semangat tenaga medis dan tenaga kesehatan adalah ‘sinyal harapan’ bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berada di garis depan, saya dapat merasakan beratnya hari-hari yang dihadapi.... Bersama, mari kita tetap jaga harapan untuk menghadapi tantangan pandemi ini demi menyelamatkan Indonesia,” tutur Sri Mulyani.

 

Tanggung Jawab dan Andil

Sebagai menteri keuangan, ia menegaskan, dirinya memiliki tanggung jawab dan andil di dalam formulasi kebijakan, sehingga akan berusaha sebaik mungkin untuk mendengarkan berbagai pandangan dan aspirasi di luar domain fiskal yang memiliki dampak terhadap keuangan negara.

”Saya mengapresiasi semua masukan yang akan dijadikan pertimbangan dalam penyusunan APBN 2021, khususnya untuk reformasi di bidang kesehatan,” tandas Sri Mulyani.

KoMPAK merupakan sebuah wadah Koalisi antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Ahli Kesehatan Mayarakat Indonesia (IAKMI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), dan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes).

Selain itu, Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Komplementer Indonesia (PP Kestrak), dan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia, Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki), Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI), dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN