Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Sri Mulyani: Windfall Profit Tidak akan Terulang di Tahun Depan

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:35 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, windfall profit atau keuntungan tak terduga yang berasal dari lonjakan harga komoditas internasional yang dialami Indonesia kemungkinan tidak akan berulang lagi pada tahun depan.

“Untuk pendapatan negara, tahun depan memang ini menjadi salah satu yang perlu kita perhatikan. Karena tahun ini, windfall profit yang berasal dari (harga) komoditas sangat tinggi,” kata Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers seusai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Komoditas yang mengalami lonjakan harga belekangan ini antara lain batu bara, bauksit, nikel, tembaga, hingga kelapa sawit. Situasi ini terjadi akibat meletusnya perang Rusia dan Ukraina beberapa Februari lalu.

Sejauh ini, penerimaan pajak akibat lonjakan harga komoditas telah mencapai Rp 279 triliun. Kemudian penerimaan pada bea keluar juga melonjak hingga Rp 48,9 triliun, khususnya dari minyak kelapa sawit (CPO).

“Kita memproyeksikan dari sisi pajak, kita mendapatkan Rp 279 triliun penerimaan pajak yang berasal dari komoditas. Ini mungkin tidak akan berulang atau tidak akan setinggi ini untuk tahun depan,” ujar Sri Mulyani

“Dari sisi bea cukai, kita mendapatkan bea keluar sebesar Rp 48,9 triliun terutama untuk komoditas yang bayar biaya keluar seperti CPO. Dan ini mungkin juga tidak akan terulang pada level yang setinggi ini,” lanjutnya lagi.

Sri mengungkapkan kalau melihat tahun ini, harga dari minyak mencapai US$ 95 hingga 100 per barel. Tahun depan, harga minyak diperkirakan akan melemah pada level US$ 90 per barel.

“Untuk harga-harga seperti batubara yang mencapai US$ 244, tahun depan diperkirakan akan lebih rendah yaitu pada level US$ 200. Sedangkan untuk CPO yang pada tahun ini mencapai US$ 1.350, diperkirakan juga akan menurun di bawah US$ 1.000. ini semuanya harus dipertimbangkan di dalam mengestimasi penerimaan negara tahun depan,” terang Sri Mulyani.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com