Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sriwijaya Air. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Sriwijaya Air. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Sriwijaya Lanjut Beroperasi Tanpa Garuda

Thresa Sandra Desfika, Sabtu, 9 November 2019 | 11:47 WIB

JAKARTA, investor.id - Pengacara sekaligus salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra membenarkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia Group.

Yusril menuturkan, langkah tersebut diambil karena adanya instruksi mendadak dari Garuda Indonesia Group kepada semua anak perusahaannya (GMF Aero Asia, Gapura Angkasa, dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran tunai di muka pada Kamis (8/11). Kalau tidak bayar tunai di muka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan apapun kepada Sriwijaya.

"Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak adil ini dan menganggap Garuda sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya. Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya pada Kamis (7/11) karena terhentinya pelayanan oleh anak-anak perusahaan Garuda," ungkap Yusril dalam keterangannya, Jumat (8/11).

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra

Yusril menyampaikan, Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar Garuda. Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, groundhandling, dan katering sendiri tanpa kerja sama dengan Garuda lagi.

Pekerjaan itu, sebut Yusril, sebelumnya memang ditangani oleh Sriwijaya sendiri. Namun, setelah kerja sama dengan Garuda, semua pelayanan itu diambil alih oleh anak-anak perusahaan Garuda dengan biaya yang jauh lebih mahal.

"Hari ini, seluruh rute penerbangan Sriwijaya kembali normal. Seluruh peralatan line manintenance dan spare parts pesawat milik Sriwijaya yang selama ini digudangkan oleh Garuda, kemarin diserahkan kembali oleh GMF setelah didesak berkali-kali bahkan diancam akan dilaporkan ke polisi," terang Yusril.

Yusril menegaskan, Sriwijaya menganggap kerja sama dengan Garuda Group selama ini merugikan kepentingan Sriwijaya karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak-anak perusahaan Garuda dengan Sriwijaya. Kinerja Sriwijaya tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih oleh Garuda melalui Citilink. Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA