Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonomi Indonesia. Ilustrasi: IST

Ekonomi Indonesia. Ilustrasi: IST

Standard Chartered: Ekonomi RI Tumbuh 5,1% Tahun Ini

Rabu, 15 Januari 2020 | 13:13 WIB

Jakarta, investor.id- Standard Chartered Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mencapai 5,1% dan rupiah menguat di posisi 13.800. Peningkatan investasi dan konsumsi rumah tangga menjadi pemicu utama pergerakan indikator makro ekonomi tersebut.

Ekonom senior Standard Chartered Bank Aldian Taloputra memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada 2020 atau sedikit lebih tinggi dari 2019 yang sebesar 5,0%. Rupiah juga diprediksi menguat dari Rp 13.900 pada akhir 2019 menjadi13.800 pada pengujung 2020. "2020 menjadi tahun stabilisasi bagi Indonesia. Kami perkirakan pertumbuhan meningkat di paruh kedua 2020 seiring dengan meningkatnya investasi dan konsumsi rumah tangga dan hilangnya efek pemilu," ujar dia saat peluncuran Laporan Global Focus-Economic Outlook 2020 dalam acara tahunan Global Research Briefing & Investor Forum (GRB) di Jakarta, Rabu (15/1).

Para ekonom Standard Chartered Bank memperkirakan, 2020 menjadi tahun yang mana ekonomi global tumbuh terkendali dan stabil. Kepala Ekonom Global David Mann memperkirakan, ekonomi global tumbuh 3,3%, sedikit lebih tinggi dari prediksi tahun sebelumnya yakni 3,1%. "PDB (produk domestik bruto) Tiongkok tahun ini akan stabil pada tingkat minimum dibanding 2010 sebelum akhirnya mengalami pelemahan lebih pada 2021," jelas dia.

Tak hanya itu, ia juga melihat ekonomi Amerika Serikat akan mengalami pelambatan lebih lanjut menjadi 1,8 % pada  2020 sementara pertumbuhan kawasan Euro tetap lemah. Dalam laporannya, Standard Chartered Bank menjelaskan bahwa siklus positif untuk pertumbuhan global harus melawan tiga hambatan struktural jangka panjang, yakni utang, demografi, dan deglobalisasi. Beban utang dinilai menjadi masalah di beberapa negara besar.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, PDB Indonesia bisa tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan Standard Chartered tersebut asalkan Indonesia dikelola dengan baik. "Banyak masalah di Indonesia yang belum selesai. Setelah dari sini, saya akan undang seluruh pimpinan KPK ke kantor saya. KPK nangkap-nangkap itu bagus, tapi banyak pekerjaan yang lebih hebat dari itu yaitu investasi. Seperti penyelundupan nikel ore. Itu besar sekali nilainya dan semua itu mau kita tertibkan," ucap Luhut. (c01)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA