Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

Stimulus OJK Perkuat Relaksasi BI

Jumat, 19 Februari 2021 | 10:13 WIB
Triyan Pangastuti ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50%, level terendah dalam sejarah.

Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 17-18 Februari 2021 ini bertujuan untuk memacu ekspansi kredit. Seiring dengan itu, BI juga merelaksasi kredit properti dan kendaraan bermotor, sehingga uang muka bisa 0%. 

Bank Indonesia juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75% serta suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. 

Perkembangan outstanding kredit perbankan umum
Perkembangan outstanding kredit perbankan umum

Relaksasi BI tersebut diperkuat oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan bahwa berbagai relaksasi kebijakan prudensial sektor jasa keuangan secara temporer ditempuh untuk mendorong pertumbuhan kredit yang lebih cepat dengan mempertimbangkan adanya unsur idiosyncratic pada sektor jasa keuangan.

Ketua DK OJK Wimboh Santoso
Ketua DK OJK Wimboh Santoso

Di sektor perbankan, OJK menurunkan bobot risiko kredit (ATMR) menjadi 50% bagi Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dari sebelumnya 100%. Perbankan yang memenuhi kriteria profil risiko 1 dan 2 dimungkinkan untuk memberikan uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 0%.

“Untuk kredit kepada produsen Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) telah mendapat pengecualian batas maksimum pemberian kredit (BMPK), penilaian kualitas aset 1 (satu) pilar. Selanjutnya, untuk penilaian ATMR Kredit diturunkan menjadi 50% dari semula 75%,” kata Wimboh.

Kredit properti dan kredit konsumsi
Kredit properti dan kredit konsumsi

Adapun untuk kebijakan pembiayaan kendaraan bermotor, OJK menurunkan ATMR menjadi 25%-50% dari sebelumnya 37,5%-75% untuk pembiayaan multiguna. ATMR 0% untuk program kepemilikan kendaraan bermotor bagi perusahaan yang memiliki Car Ownership Program (COP). “Perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tingkat kesehatan tertentu dimungkinkan untuk memberikan uang muka pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 0%,” kata Wimboh.

Suku bunga acuan bulanan BI
Suku bunga acuan bulanan BI

Sebagai upaya dukungan langsung di sektor kesehatan untuk mengatasi pandemi, OJK menetapkan bahwa kredit untuk sektor kesehatan dikenakan bobot risiko sebesar 50% dari sebelumnya 100%. (hg)

Suku bunga kredit modal kerja dan kredit investasi
Suku bunga kredit modal kerja dan kredit investasi

Baca juga

https://investor.id/business/suku-bunga-acuan-35-terendah-dalam-sejarah

https://investor.id/business/bi-revisi-pertumbuhan-kredit

https://investor.id/business/bi-perlonggar-kredit-properti-dan-kendaraan-bermotor

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN