Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

Stimulus Pariwisata Rp 3,8 T Gerakkan Ekonomi Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 10:51 WIB
dan Sanya Dinda ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com) ,Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Stimulus pariwisata Rp 3,8 triliun perlu dipercepat pencairannya, untuk menggerakkan ekonomi rakyat yang terdampak pandemi Covid-19. Stimulus ini antara lain berupa hibah kepada pemerintah daerah kabupaten/kota senilai total Rp 3,3 triliun, dengan mekanisme pembagian 70% diberikan kepada industri hotel dan restoran serta 30% untuk kas umum daerah.

Sisanya Rp 430 miliar untuk insentif bagi maskapai penerbangan, yang dialokasikan lewat Kemenhub. Selain itu, Rp 70 miliar untuk insentif tambahan membangun kepercayaan dan minat pariwisata yang dialokasikan lewat Kemenparekraf.

Perkembangan jumlah kunjungan wisman
Perkembangan jumlah kunjungan wisman

Sementara itu, libur panjang momen hari raya Maulid Nabi 28 Oktober- 1 November 2020 telah mendorong masyarakat berwisata hingga penumpang pesawat melonjak menjadi 110.530 orang di 19 bandara AP II. Angka ini mencetak rekor harian tertinggi di tengah pandemi, melebihi catatan tertinggi sebelumnya pada 23 Agustus 2020 sekitar 95.000 orang di bandara BUMN tersebut.

Demikian rangkuman penjelasan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Muhammad Awaluddin, Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF Trisnadi Yulrisman, Executive Vice President CSR PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Inge Setiawati, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, serta Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto.

Mereka memberikan keterangan secara terpisah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Foto: IST
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Foto: IST

Wishnutama menjelaskan, program stimulus pariwisata Rp 3,80 triliun untuk mengatasi dampak pandemi sejak Maret lalu itu merupakan bagian dari stimulus Penangangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) sebesar Rp 695,2 triliun, yang masuk pos Sektoral Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemda senilai total Rp 106,11 triliun.

Sedangkan lima pos lain adalah Kesehatan Rp 87,55 triliun, Perlin dungan Sosial Rp 203,9 triliun, Insentif Usaha Rp 120,61 triliun, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Rp 123,47 triliun, serta Pembiayaan Korporasi Rp 53,6 triliun.

Dana hibah pariwisata merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bantuan ini membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran, mereka sedang mengalami penurunan pendapatan asli daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemic Covid-19.

Program senilai Rp 3,3 triliun tersebut dalam rangka menekan dampak Covid-19 dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata,” tutur Wishnutama dalam keterangannya secara tertulis baru-baru ini.

Wishnutama mengungkapkan, 101 daerah akan menerima dana hibah dari pemerintah. Dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan protokol kesehatan di destinasi wisata, hotel dan restoran.

“Dana hibah pariwisata tersebut merupakan hibah dana tunai melalui mekanisme transfer ke daerah yang ditujukan kepada pemda serta usaha hotel dan restoran di 101 daerah kabupaten/ kota. Ini berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan KMK Nomor 23/KM.7/2020,” paparnya.

Perkembangan wisnus era Presiden Joko Widodo
Perkembangan wisnus era Presiden Joko Widodo

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat, selama pemerintahan Presiden Joko Widodo berhasil meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun perolehan devisa dari pariwisata, sebelum terjadi pandemic Covid-19 sejak Maret lalu.

Bila pada 2015 tercatat ada 10,41 juta kunjungan wisman, maka tahun 2016 naik 10,66% menjadi 11,52 juta, tahun 2017 naik 21,88% ke 14,04 juta, tahun 2018 naik 12,61% ke 15,81 juta, dan pada 2019 tumbuh 1,90% menjadi 16,11 juta. Namun setelah pandemi, kunjungan merosot menjadi 3,41 juta hingga Agustus 2020, atau anjlok 68,17% disbanding periode sama tahun lalu. (esa/ns/th/tm/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN