Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan langkah-langkah strategis pemanfaatan energi bersih yang telah dilakukan Indonesia dalam The 11th Clean Energy Ministerial Meeting and The 5th Mission Innovation. (doc. Kementerian ESDM)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan langkah-langkah strategis pemanfaatan energi bersih yang telah dilakukan Indonesia dalam The 11th Clean Energy Ministerial Meeting and The 5th Mission Innovation. (doc. Kementerian ESDM)

Strategi Indonesia Dorong Pemanfaatan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 23 September 2020 | 10:26 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan langkah-langkah strategis pemanfaatan energi bersih yang telah dilakukan Indonesia dalam The 11th Clean Energy Ministerial Meeting and The 5th Mission Innovation.

 

Indonesia, ungkap Arifin, memiliki sumber energi terbarukan yang sangat besar. Dengan potensi energi terbarukan yang mencapai 400 Giga Watt (GW), pengaturan suplai dan penggunaan energi menjadi penting untuk dilakukan.

 

“Kami memiliki potensi energi terbarukan yang besar, mencapai 400 GW. Dan sangat penting bagi kami untuk mengatur sistem pemanfaatan energi. Kami melakukan langkah-langkah strategis dalam mengatur (pemanfaatan) energi ini,” kata dia dalam keterangan resminya, Rabu (23/9).

 

Langkah pertama, lanjut dia, optimalisasi penggunaan sumber energi domestik. Dalam hal ini adalah mendorong penggunaan energi terbarukan, misalnya dengan mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan sumber energi bersih, seperti gas dan energi terbarukan.

 

“PT PLN (Persero) tengah meluncurkan program konversi dari PLTD menjadi energi terbarukan dengan kapasitas 2 GW di lebih dari 2.000 lokasi di seluruh negeri,” tutur Arifin.

 

Berikutnya, Indonesia melakukan efisiensi energi, baik di sisi suplai maupun permintaan (demand). Efisiensi dilakukan dengan mendorong implementasi target efisiensi energi pada gedung dan industri.

 

Selanjutnya, Arifin menyebutkan, Indonesia juga mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dari 84,3% menjadi 98,8%. Langkah ini khususnya untuk mendukung program elektrifikasi di daerah terluar dan terpencil.

 

“Saat ini kami sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung terbesar di Waduk Cirata, Jawa Barat, dengan kapasitas 145 Megawatt (MW). Proyek ini akan meningkatkan bauran energi di sistem kelistrikan Jawa-Bali secara signifikan,” jelasnya.

 

Selain itu, Indonesia juga mengembangkan terobosan dalam mengurangi emisi dari pembangkit listrik dengan sumber energi batubara. “Kami juga mendorong penggunaan clean coal technology dan biomass co-firing with coal untuk mengurangi emisi,” imbuh Arifin. Indonesia memiliki sumber biomassa yang sangat besar, yakni dari hutan, pertanian, dan sampah, yang dapat digunakan sebagai energi alternatif pengganti sumber energi fosil.

 

Selanjutnya, Indonesia secara bertahap mengurangi penggunaan sumber energi fosil dengan biodiesel dan membangun green refinery untuk memaksimalkan potensi sawit yang dimiliki. Arifin juga menegaskan, bersama negara anggota CEM, Indonesia siap untuk berpartisipasi dalam Biofuture Platform Initiative in Accelerating the Transition to a Sustainable Low-Carbon Bioeconomy. Komitmen ini dengan mendorong penggunaan potensi bioenergi di Indonesia.

 

Guna mendukung komitmen global dalam mengurangi emisi, Indonesia telah menetapkan target 23% energi terbarukan dalam bauran energi Indonesia pada 2025. Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 dan 41% sesuai dengan skenario mitigasi.

 

“Untuk mencapai target yang ambisius tersebut, Pemerintah Indonesia membutuhkan dukungan dan bantuan dari rekan-rekan di seluruh dunia,” ujar Arifin.

 

Di saat bersamaan, untuk meningkatkan investasi energi terbarukan, Indonesia tengah mempersiapkan kebijakan tarif yang menarik bagi pengembangan energi hijau ini. Indonesia juga menjalankan program Government Drilling untuk membantu pengembang dalam melakukan eksplorasi panas bumi.

 

Arifin menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk berkolaborasi secara global untuk mendukung pemulihan ekonomi dunia, utamanya di tengah pandemic Covid-19 ini. “Pandemi Covid-19 hendaknya dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk mempromosikan energi bersih, energi terbarukan, dan efisiensi energi. Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dalam mendukung pemulihan ekonomi dunia, meredakan dampak pandemi, dan mempercepat transisi energi bersih secara global,” kata dia.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN