Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Subsidi Bunga UMKM Baru Terealisasi Rp 1,5 Triliun

Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:55 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengevaluasi realisasi pemberian subsidi bunga bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga saat ini realisasinya baru Rp 1,5 triliun atau setara dengan 4,25% dari pagu anggaran yang disiapkan pemerintah, yaitu Rp 35,28 triliun.

Subsidi bunga memiliki target penyaluran kepada 60,66 juta debitur yang terkena dampak pandemi. Dengan tujuan agar pelaku UMKM tidak memberhentikan aktivitas usahanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa serapan subsidi bunga yang masih rendah, lantaran masih ada kendala di sisi perbankan atau lembaga keuangan dalam hal mengkomunikasikannya kepada UMKM, maupun proses pendaftarannya untuk mendapatkan subsidi.

“Dari total subsidi sejak periode dilancarkan yaitu pada Maret dengan target debitur 60 juta, penyerapan kita sampai hari ini Rp1,5 triliun, belum terlalu besar, masih ada persoalan perbankan atau lembaga keuangan dalam komunikasikan ke UMKM maupun proses pendaftaraan dapat subsidi ini dievaluasi,”kata Sri Mulyani dalam diskusi di Jakarta, Selasa (11/8).

Adapun Pemerintah telah merevisi PMK 65/PMK.05/2020 menjadi PMK 85/PMK.05/2020 yang menyederhanakan aturan agar mempercepat pencairan seperti simplifikasi subsidi bunga tidak lagi menggunakan virtual account, namun langsung ditujukan ke debitur melalui penyalur seperti perbankan dan lembaga keuangan.

Selain itu, syarat debitur UMKM penerima subsidi bunga adalah debitur yang plafonnya dibawah Rp 10 miliar. Kemudian memiliki baki debet atau outstanding kredit atau pembiayaan hingga 29 Februari yang artinya debitur yang existing bukan debitur baru.

Menkeu mengatakan bahwa, total pinjaman yang mendapatkan relaksasi selama enam bulan penundaan pokok adalah sebesar Rp285 triliun dengan total outstanding kredit penerima subsidi bunga mencapai Rp1.600 triliun.

“Kita akan lihat bagaimana pelaksanaannya sampai Agustus ini,” tegasnya.

Menkeu menjelaskan bahwa UMKM yang mendapatkan pembiayaan dari lembaga penyalur program kredit pemerintah dan memiliki kredit atau pembiayaan sampai Rp10 juta diberikan subsidi sebesar beban bunga paling tinggi 25% untuk jangka waktu enam bulan.

“Pinjaman Rp10 juta subsidi bunga sampai keseluruhan 25%,” ujarnya.

Kemudian untuk UMKM yang mendapatkan pembiayaan dari lembaga penyalur program kredit pemerintah dan memiliki kredit atau pembiayaan di atas Rp 10 juta sampai Rp 500 juta diberikan subsidi bunga sebesar 6% selama tiga bulan pertama dan 3% selama tiga bulan kedua.

Selanjutnya, untuk UMKM yang mendapatkan pembiayaan dari lembaga penyalur program kredit pemerintah dan memiliki kredit atau pembiayaan lebih dari Rp500 juta sampai Rp10 miliar diberikan subsidi bunga sebesar 3% selama tiga bulan pertama dan 2% selama tiga bulan kedua.

“Pinjaman di atas Rp500 juta sampai Rp10 miliar diberi subsidi bunga 3% tiga bulan pertama dan 2% tiga bulan selanjutnya,” jelasnya.

Sebagai informasi bahwa realisasi dukungan untuk UMKM hingga Senin (10/8) sudah terealisasi sebesar Rp 32,5 triliun atau sama dengan 27,1% dari pagu senilai Rp 123,47 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN