Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) yang juga Co-Founder Paxel Zaldy Ilham Masita

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) yang juga Co-Founder Paxel Zaldy Ilham Masita

Subsidi Ongkir Harbolnas Ramadan Diharapkan Bantu UMKM Luar Jakarta

Minggu, 11 April 2021 | 14:12 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  –  Guna meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong penjualan daring (online), pemerintah menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk menyubsidi ongkos kirim (ongkir) dari pembelian barang melalui online pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) jelang Lebaran 2021.

Terkait kebijakan tersebut, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengaku belum mengetahui secara detail bagaimana nantinya subsidi ongkir tersebut diberikan. Namun ia berharap nantinya pemberian subsidi ongkir ini bisa tepat sasaran, khususnya untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

“Kita belum tahu bagaimana detail subsidi transaksi belanja online sebesar Rp 500 miliar dalam bentuk free ongkir. Harapannya, jangan sampai subsidi itu malah dipakai untuk belanja produk impor di marketplace,” kata Zaldy yang juga Co-Founder Paxel kepada Beritasatu.com, Minggu (11/4/2021).

Zaldy menyampaikan, sebaiknya subsidi ongkir tersebut dipakai untuk membantu seller di luar Jakarta bahkan luar Jawa agar bisa menjual produknya ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dengan ongkos kirim yang lebih murah, di mana produk yang paling banyak bisa membantu UMKM salah satunya adalah makanan lokal.

“Ini yang perlu jadi fokus subsidi ongkir Rp 500 miliar kalau ingin berdampak luas pada UMKM dan peningkatan daya beli masyarakat,” kata Zaldy.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa stimulus ini merupakan amanat dari Presiden Jokowi yang berpesan untuk tetap menjaga tren pemulihan ekonomi sembari terus memulihkan aspek kesehatan masyarakat dari pandemi Covid-19.

"Oleh karena itu (stimulus) yang terkait dengan demand side (permintaan) perlu dilanjutkan," ujarnya.

Program Harbolnas Ramadan rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari (H-10 hingga H-6 Idul Fitri), bekerja sama dengan asosiasi, platform digital, pelaku UMKM, produsen lokal, dan para pelaku logistik lokal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN