Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Subsidi Upah Sudah Tersalurkan Rp 6,6 Triliun

Jumat, 18 September 2020 | 12:43 WIB
Triyan Pangastuti

 

JAKARTA, investor.id - Pemerintah telah menyalurkan subsidi upah senilai Rp 6,6 triliun dalam dua tahap atau setara 17,4 persen dari pagu Rp 37,8 triliun.

Rencananya bantuan tersebut akan diterima oleh 15,7 juta karyawan yang terdaftar dalam BPJamsostek dengan gaji dibawah Rp 5 juta.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan, secara progress  hingga pertengahan September, subsidi gaji bertambah Rp 3,6 triliun dibandingkan progress akhir Agustus yang baru Rp 3 triliun.

Target anggaran yang disalurkan oleh pemerintah untuk bantuan subsidi upah hingga akhir September mencapai Rp 7 triliun.

“Sudah ada dua gelombang pekerja yang telah menerima program subsidi upah melalui bank yang berjumlah Rp7 triliun," katanya dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9, Kamis (17/9).

Ia mengatakan bahwa program BSU pada gelombang pertama terdiri dari lima batch , untuk batch I  dan II sudah hampir 100 persen tersalurkan. Kemudian batch III akan menyasar kepada 3,5 juta karyawan dengan nilai Rp 4,2 triliun, sementara untuk batch ke IV akan menyasar 2,8 juta pekerja dengan anggaran sekitar Rp 3 triliun dan batch V untuk 2 juta karyawan dengan anggaran Rp 3 triliun.  

Dengan begitu, Budi berharap penyaluran awal kepada 15,72 juta karyawan berjalan sesuai target, tetapi pencapaian target penerima juga akan bergantung pada cleansing data.

“Jadi total target penerima  14-15 juta tergantung cleansing data. Kita akan salurkan 2 gelombang Agustus,  September, kemudian gelombang kedua pada bulan Oktober, November atau November hingga Desember” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Penyelenggara (BP) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Agus Susanto mengatakan hingga saat ini sudah ada sebanyak 11,8 juta data penerima manfaat yang telah diberikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk disalurkan bantuan program Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Angka ini telah melalui beberapa proses validasi, sebab tadinya BP Jamsostek hingga 16 september telah mengantongi 14,7 juta nomor rekening, namun setelah melakukan validasi berlapis hanya terkumpul 11 juta.

"Dalam tiga minggu kami sudah mengumpulkan sebanyak 14 juta, namun yang telah kami validasi terdapat 11,8 juta," ujar Agus Susanto .


Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang menjamin bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Pasalnya sebelum data diterima Kemenaker, proses validasi data dilakukan melalui beberapa tahapan untuk mengecek kelengkapan persyaratan penerima manfaat program ini. 

Ia mengatakan bahwa, pemerintah sudah menerima data 2,5 juta pekerja penerima subsidi gaji pada gelombang pertama dan 2,47 juta pekerja atau 99,32 persen diantaranya sudah menerima subsidi gaji.

Selanjutnya, menurut dia, pemerintah sudah menyalurkan subsidi gaji kepada 2,97 juta pekerja atau 99,28 persen dari sasaran pada gelombang kedua. Penyaluran subsidi gaji gelombang ketiga, ia melanjutkan, baru mencakup 1,43 pekerja atau 40,9 persen dari sasaran.

Sehingga, ia berharap target penyaluran untuk 15,7 juta penerima subsidi ubah dapat terlaksana dengan baik, meskipun ia tak menampik bahwa memiliki tantangan validasi yang harus dilakukan berlapis.

“Tentu sesuai target kita berharap sesuai target awal 15,7 juta karyawan“ tuturnya. 

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN