Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan bendera nasional dari negara-negara yang menghadiri KTT Asean Ke-35 dipajang di Bangkok, Thailand, pada 4 November 2019. ( Foto: AFP / Romeo GACAD )

Deretan bendera nasional dari negara-negara yang menghadiri KTT Asean Ke-35 dipajang di Bangkok, Thailand, pada 4 November 2019. ( Foto: AFP / Romeo GACAD )

JUMLAH KORBAN COVID-19 JAUH LEBIH SEDIKIT

Sudah Gelontorkan Stimulus Lebih dari 10% PDB, Thailand Perjuangkan Tambah Dana

Ester Nuky, Jumat, 29 Mei 2020 | 12:17 WIB

JAKARTA, investor.id – Meski Thailand salah satu negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing, negeri ini menariknya jumlah infeksi akibat Covid-19 relatif sedikit. Jumlah penderita positif Covid-19 hanya sebanyak 3.065 kasus dengan jumlah kematian 57, jauh lebih rendah dari Indonesia dengan penderita positif Covid-19 mencapai 24.538 kasus dan jumlah kematian 1.496, berdasarkan data worldometers hingga Jumat (29/5) siang. Thailand juga terus berupaya lebih keras untuk menanggulangi pandemi virus korona baru tersebut dan dampaknya, dengan masih berjuang menggolkan stimulus baru.

Padahal, stimulus yang diberikan oleh pemerintah Thailand sudah lebih dari 10% produk domestik bruto (PDB), jauh lebih tinggi dari Indonesia yang sekitar 4% PDB.

Berdasarkan data AFP, Thailand pada Mei ini sudah meluncurkan paket stimulus tahap tiga US$ 1,2 miliar untuk membantu dunia usaha. Sebelumnya, pada April 2020, pemerintah Kerajaan Gajah Putih itu mengeluarkan paket stimulus ketiga senilai 1,9 triliun baht atau US$ 58 miliar untuk mengurangi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Sedangkan fase 1 dikeluarkan Maret 2020 senilai 100 billion baht atau US$ 3,2 miliar.

 

Sumber : AFP dan Investor Daily

BAGIKAN