Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

TARGET US$ 2,5 MILIR, ORDERBOOK US$ 16,66 MILIAR

Sukuk Global RI Kebanjiran Pesanan

Kamis, 18 Juni 2020 | 10:39 WIB
Nasori ,Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Republik Indonesia kembali menerbitkan sukuk global di pasar internasional berdenominasi dolar AS sebesar US$ 2,5 miliar. Emisi sukuk global ini kelebihan pesanan hingga 6,7 kali lipat atau senilai US$ 16,66 miliar dari investor global dan lokal.

Surat utang syariah itu terdiri atas tiga seri, yakni tenor 5 tahun sebesar US$ 750 juta, tenor 10 tahun sebesar US$ 1 miliar, dan tenor 30 tahun sebesar US$ 750 juta dengan akad Wakalah. Sukuk dengan format - 144A / Reg S Trust Certificate tersebut menawarkan imbal hasil (yield) sebesar 2,30% untuk tenor 5 tahun, 2,80% untuk tenor 10 tahun, dan 3,80% untuk tenor 30 tahun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam rilisnya, Rabu (17/6/2020) menyatakan, sukuk global ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk melakukan penerbitan SBSN. Sukuk global ini akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan Nasdaq Dubai (dual listing) serta akan dilaksanakan settlement pada 23 Juni 2020.

Seluruh seri telah mendapat peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services, dan BBB oleh Fitch Ratings.

Kementerian Keuangan menyatakan, di tengah kondisi pasar yang masih sangat volatile, penerbitan sukuk global kali ini mendapatkan respons yang sangat baik dari para investor global dan lokal. Terbukti, orderbook yang masuk mencapai US$ 16,66 miliar atau hampir 6,7 kali di atas target pemerintah sebesar US$ 2,5 miliar.

Dengan besarnya orderbook, pemerintah dapat menekan harga sampai 70 bps dari harga penawaran awal (initial price guidance) dan di bawah indikatif fair value.

Pemerintah mengklaim bahwa emisi kali ini berhasil karena merupakan kupon terendah untuk tenor 5 dan 10 tahun, serta merupakan penerbitan sukuk global Indonesia pertama untuk tenor 30 tahun dengan kupon terendah. Selain itu, sukuk global bertenor 30 tahun ini merupakan yang terbesar di Asia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyatakan, pasar Surat Berharga Negara (SBN) mulai bullish, seiring tren penawaran yang masuk (incoming bid) lelang SUN mulai naik sejak April lalu. “Bahkan incoming bid asing sudah berada pada kondisi yang normal, seiring dengan terjadinya net foreign buying pada beberapa minggu terakhir,” ujar Menkeu.

Hasil penerbitan sukuk global akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2020, termasuk mengakomodasi kebutuhan penanganan dampak pandemi Covid-19. Juga sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di kawasan Asia.

 

Akad Wakalah

Kementerian Keuangan menyebutkan, penerbitan sukuk global ini menggunakan struktur akad Wakalah dan telah mendapatkan opini syariah dari DSN Majelis Ulama Indonesia maupun dari International Islamic Scholars.

Adapun underlying asset yang digunakan berupa barang milik negara termasuk tanah dan bangunan (51%) dan proyek pemerintah tahun 2020 (49%).

Dilihat dari profil investor, untuk sukuk tenor 5 tahun, sebesar 32% merupakan investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 5% investor Indonesia, 40% investor Asia (kecuali Indonesia), 12% investor Amerika Serikat dan 11% investor Eropa.

Tenor 10 tahun didistribusikan kepada 31% investor syariah, 5% investor Indonesia, 34% investor Asia (kecuali Indonesia), 18% investor Amerika Serikat, dan 12% investor Eropa.

Sedangkan untuk tenor 30 tahun dialokasikan investor syariah sebanyak 10%, 5% investor Indonesia, 44% investor Asia (kecuali Indonesia), 8% investor Amerika Serikat, dan 33% investor Eropa.

Bertindak sebagai joint lead manager dan joint bookrunners adalah BNP Paribas, Dubai Islamic Bank, HSBC, Maybank dan Standard Chartered. BNP Paribas dan HSBC bertindak sebagai joint green structuring sdvisor. Adapun PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-manager untuk transaksi ini.

Pemerintah mendedikasikan sukuk yang bertenor 5 tahun sebagai green sukuk yang menunjukkan komitmen pemerintah di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim. Green sukuk kali ini merupakan emisi ketiga kalinya di pasar global.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN