Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Supermarket, Restoran, dan Apotek di dalam Mal Boleh Beroperasi

Sabtu, 3 Juli 2021 | 15:03 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Supermarket, apotek, dan restoran yang berlokasi di dalam pusat perbelanjaan (mal) boleh beroperasi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali diterapkan pada 3-20 Juli 2021.

“Meskipun mal tidak beroperasi, akses ke supermarket, apotek, dan restoran tetap dibuka untuk masyarakat yang hendak membeli bahan kebutuhan pokok, obat, dan makanan, tentu dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Juru Bicara Kemko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Jodi Mahardi, seperti dikutip Beritasatu. com, Jumat (2/7).

Juru Bicara Kemko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Jodi Mahardi. Foto: IST
Juru Bicara Kemko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Jodi Mahardi. Foto: IST

Jodi mengemukakan hal itu untuk menghindari multitafsir perihal aturan PPKM Darurat Jawa-Bali yang diterapkan mulai 3 Juli-20 Juli mendatang. Poin yang berpotensi multitafsir adalah ketentuan bahwa pusat belanja (mal) wajib ditutup, tetapi sebaliknya supermarket, apotek, dan restoran masih diperbolehkan beroperasi. Padahal, banyak supermarket, apotek, dan restoran berlokasi di dalam mal.

Jodi Mahardi menjelaskan, aturan PPKM Darurat sama seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu supermarket yang menjual bahan kebutuhan pokok di dalam mal, tetap dapat beroperasi.

Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono
Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

“Restoran dalam mal juga buka, tetapi hanya untuk delivery. Jadi, akses ke mal nggak ditutup. Sama kayak di PSBB,” papar dia.

Dengan demikian, menurut Jodi, supermarket, apotek, dan restoran di dalam mal masih dapat beroperasi selama PPKM Darurat diterapkan. Khusus restoran hanya melayani take away atau delivery dan tidak dapat melayani makan di tempat atau dine-in.

Timbulkan Multitafsir

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey. Foto: IST
Ketua Umum Aprindo Roy Mandey. Foto: IST

Adanya multitafsir aturan PPKM Darurat dilontarkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey. Ia meminta kepastian bahwa toko dan pasar swalayan (supermarket) di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat diimplementasikan pada 3-20 Juli 2021.

Roy Mandey mengungkapkan, panduan PPKM Darurat di Jawa dan Bali tidak memberi definisi yang rinci terhadap operasional supermarket di dalam mal dan di luar mal.

Dalam panduan tersebut, kata dia, supermarket, pasar tradisional, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari tetap beroperasi sampai pukul 20.00.

Di sisi lain, pusat perbelanjaan, mal, dan pusat perdagangan ditutup Kami meminta kepastian definisi ini, jangan sampai multitafsir. Supermarket yang menyediakan kebutuhan pokok, seperti daging dan sayuran ada di dalam mal. Kalau yang di luar mal, yang hampir 90% adalah toko swalayan, itu kebutuhan sehari-hari,” papar dia.

Roy menambahkan, supermarket, pasar tradisional, pasar swalayan, dan toko kelontong di masukkan dalam satu definisi yang sama, yakni menjual kebutuhan sehari-hari. Aturan ini dikhawatirkan menimbulkan multitafsir bagi para kepala daerah yang akan menerbitkan surat edaran dan surat keputusan.

Mal tutup saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono.
Mal tutup saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono.

“Multitafsir akan terjadi di daerah. Kata-kata mal ditutup langsung diterjemahkan oleh kepala daerah, parkirannya ditutup, pintunya ditutup. Kalau begitu, supermarket dan hypermarket tidak bisa buka di dalam mal,” tandas dia.

Pada dasarnya, menurut Roy Mandey, para pengusaha anggota Aprindo mengapresiasi kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah guna me nanggulangi lonjakan kasus aktif Covid-19 dan memutus rantai penularan virus, terutama varian baru.

“Namun, kami menyayangkan kenapa pemerintah tidak melibatkan pelaku usaha dalam komunikasi publik implementasi PPKM Darurat, agar aturan dan definisinya tidak menimbulkan multitafsir,” ujar dia.

Masih Beroperasi

Ketua Umum APPBI Jakarta, Ellen Hidayat. Foto: IST
Ketua Umum APPBI Jakarta, Ellen Hidayat. Foto: IST

Sementara itu, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta menyatakan, sebagian penyewa gerai (tenant) di pusat belanja atau mal di Jakarta tetap beroperasi selama PPKM Darurat diterapkan pada 3-20 Juli 2021, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Mengacu peraturan PPKM Darurat yang diterbitkan pemerintah, pusat belanja di Jakarta akan mengikuti keputusan tersebut,” tutur Ketua Umum APPBI Jakarta, Ellen Hidayat di Jakarta, Jumat (2/7).

Menurut Ellen Hidayat, PPKM Darurat Jawa-Bali akan berdampak terhadap 85 mal anggota APPBI Jakarta. Meski demikian, pengelola mal akan mengikuti PPKM Darurat guna mendukung upaya pemerintah menekan angka penyebaran pandemi Covid-19.

Dia mengungkapkan, selama PPKM Darurat diterapkan, tenant pusat belanja tidak ditutup secara penuh karena masih ada tenant yang diizinkan beroperasi pada 3-20 Juli 2021 sampai pukul 20.00 WIB, dengan pembatasan kategori tenant dan kapasitas pengunjung maksimal 50%.

Pemerintah, kata Ellen, mengizinkan beberapa kategori tenant untuk tetap beroperasi, yakni kategori supermarket, seperti pasar swalayan, kategori farmasi seperti apotek dan toko obat, serta kategori esensial seperti TM center, serta kantor perbankan di dalam mal.

Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono
Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Dia menambahkan, kategori makanan dan minuman diizinkan beroperasi, tetapi hanya untuk layanan dibawa pulang atau take away.

“Umumnya di pusat belanja kategori tenant yang diizinkan beroperasi pada periode PPKM Darurat hanya 10-18% dari keseluruhan tenant yang dimiliki sebuah pusat belanja. Maka prediksi kami, traffic pengunjung tentu akan sangat landai,” ucap dia.

Sebelum 24 Juni 2021, menurut Ellen Hidayat, traffic kunjungan masyarakat ke pu sat belanja mencapai 44% dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19. Namun, setelahnya, sampai 1 Juli 2021, traffic me nurun menjadi rata-rata 26-28% dari kondisi normal.

“Kami berharap setelah 20 Juli 2021, pemerintah mengizinkan mal untuk beroperasi kembali,” tegas dia.

Ellen menerangkan, biaya operasional yang dikeluarkan pengelola mal tidak efisien di tengah PPKM Darurat. Soalnya, AC sentral dengan chiller di mal mesti dinyalakan di seluruh lantai karena tenant yang beroperasi umumnya tidak berada di satu lantai yang sama. Namun, mal terpaksa beroperasi sesuai peraturan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mal tutup saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono.
Mal tutup saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono.

Dia menambahkan, pelaku usaha di pusat belanja terpaksa merumahkan karyawan atau mengurangi tenaga kerja akibat PPKM Darurat.

“Kami prihatin dengan kondisi ini karena pada saat yang sama karyawan membutuhkan uang untuk menjaga kesehatan pribadi mereka dan keluarga. Karena operasionalnya dibatasi, mal sebagai industri padat karya pun hanya bisa menyerap tenaga kerja secara minim,” papar dia.

Karena itu, APPBI berharap pemerintah pusat meniadakan Pajak Penghasilan (PPh) final 10% bagi pengelola pusat belanja, mengurangi tarif PLN dan gas, serta menyubsidi biaya hidup karyawan pusat belanja.

Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono
Supermarket, restoran, dan apotek di dalam mal boleh beroperasi saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Di samping itu, pemda diharapkan mengurangi besaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), meniadakan pungutan Pajak Bangunan 1 (PB1) untuk restoran dan pajak reklame, serta meniadakan pungutan pajak parkir. “Kami berharap kebijakan pemerintah ini tepat sasaran dan pandemi Covid-19 cepat teratasi,” tandas Ellen.

Dia mengemukakan, sejak Covid-19 merebak di Indonesia, pusat belanja sudah mengalami berbagai peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PPKM, dan pengetatan. Alhasil, daya tahan pusat belanja sudah sangat lemah, sejalan dengan membengkaknya kerugian akibat besarnya biaya operasional.

“Apalagi pusat belanja juga masih harus memberikan discount kepada para tenant sesuai kemampuannya agar para tenant bisa bertahan dan membuka lapangan kerja,” ucap Ellen. (b1/ant/az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN