Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susi Pudjiastuti. Foto: IST

Susi Pudjiastuti. Foto: IST

Susi Diisukan Bakal Pimpin Garuda, Ini Kata Arya Sinulingga

Triyan Pangastuti, Rabu, 11 Desember 2019 | 21:18 WIB

JAKARTA, investor.id - Ada isu yang beredar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti bakal menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Susi dinilai berpengalaman menjalankan bisnis penerbangan bersama Susi Air.

Menanggapi hal tersebut Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, ia menerima seluruh masukan dari publik untuk mengisi posisi Dirut Garuda.

Apalagi calon yang  diajukan memiliki kapabilitas, integritas yang cukup untuk mengisi posisi ini, sehingga dapat terpilih kandidat terbaik.

"Kalau ada isu-isu Bu Susi, masukan ke kantong kita. Itu masukan publik pada kita. Nanti kita seleksi juga," ujarnya di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/12).

Adapun nama calon Direktur Utama yang terpilih nanti, juga harus melalui proses seleksi dari Tim Penilai Akhir (TPA) tanpa terkecuali.

Dia menegaskan bahwa pemerintah baru menyerahkan surat pengajuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (9/12).

Dengan begitu, RUPSLB ini direncanakan akan berlangsung 45 hari dari penyerahan sehingga RUPSLB akan berlangsung pada 22 Januari 2020.

"Nama belum ada tapi pengajuan RUPSLB sudah diajukan," ucapnya.

Di samping itu, Arya mengatakan masih akan mendalami status Ari Askhara yang masih terdaftar menjabat sebagai Komisaris Utama perseroan di anak usahanya yakni Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Tbk. Meski begitu, ia mengatakan bahwa belum mengetahui persoalan tersebut.

"Aku belum tahu informasi.Kita belum tahu, aku belum cek," tuturnya.

Adapun sebelumnya, Dewan Komisaris Garuda Indonesia telah melakukan pemberhentian sementara waktu lima anggota-anggota Direksi Garuda Indonesia diantaranya Direksi Garuda yang resmi dicopot, yakni I Gusti Ngurah Ashkara yang terbukti melakukan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Pemberhentian para direksi tersebut diputuskan usai melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna Garuda Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN