Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto: IST

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto: IST

SYL: Indonesia 'Overstock' Beras 7 juta Ton

Jumat, 30 Oktober 2020 | 10:13 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id -- Selama musim tanam 2020, Indonesia mengalami overstock beras hingga mencapai 7 juta ton. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para petani, karena kerja kerasnya Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pangan paling prioritas bahkan stoknya melebihi dan ini terjadi di saat pandemi.

“Semua ini karena kerja keras petani dan mereka layak disebut pahlawan nasional dan juga pahlawan pandemi,” ujar dia di Jakarta, Jumat (30/10).

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik, stok awal beras nasional hingga akhir Desember 2020 mencapai 5,9 juta ton, jika produksi beras sebesar 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi mencapai 30 juta ton maka hingga akhir tahun, Indonesia mempunyai stok akhir kurang lebih sebanyak 7 juta ton beras.

Produksi beras merupakan indikator kinerja Kementerian Pertanian yang menjadi tolok ukur atas keberhasilan berbagai program yang ada, produksi beras juga sebagai indikator utama dimana kesejahteraan petani bisa meningkat.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2020 mencapai 101,66 atau meningkat 0,99% jika dibandingkan Agustus 2020 yang mencapai 100,65. Berdasarkan data BPS, peran sektor pertanian terhadap total PDB mencapai 14% yang berdampak pada penyediaan lapangan kerja.

Sepanjang kuartal II-2020, sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan sebesar 16,24% dan sektor pertanian merupakan sektor yang tumbuh pesat selama pandemi jika dibandingkan sektor lain.

Untuk melanjutkan hasil positif, Kementan mengajak semua pihak untuk membantu membangun pertanian Indonesia yang lebih baik, peningkatan produksi harus terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor.

Bertepatan dengan hari sumpah pemuda yang ke-92 tahun ini, peran petani milenial harus didorong agar berinovasi.

Sumpah pemuda merupakan semangat yang harus terus dipertahankan sementara pertanian adalah sumber kehidupan utama yang tidak boleh mati jadi keduanya mempunyai kolerasi.

Selama pemuda dan pemudi Indonesia masih mengonsumsi beras, buah dan sayuran artinya mereka masih butuh peran petani dan ikut mendukung petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, peran pemuda sangat penting untuk pembangunan pertanian ke depan dan Indonesia harus mempunyai petani milenial.

Regenerasi petani merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan ia berharap pemuda dapat menjadi inspirasi.

Kementan memiliki tanggung jawab besar dan perhatian khusus terhadap perkembangan generasi muda Indonesia, salah satunya dengan menghadirkan teknologi dan mekanisme pertanian yang selanjutnya dioperasikan oleh anak muda.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN