Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo

SYL: Satu Provinsi Dapat KUR Rp 1 Triliun

Ridho Syukra, Senin, 27 Januari 2020 | 23:17 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomitmen memajukan sektor pertanian dengan melakukan berbagai macam strategi, selain mendorong peningkatan ekspor melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor dan memperbaiki data pangan.

SYL juga berencana mengalokasikan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 1 triliun untuk tiap provinsi, tujuannya untuk peningkatan produktivitas petani.

Setiap provinsi mendapatkan alokasi Rp 1 triliun untuk KUR sehingga total dana KUR mencapai Rp 34 triliun untuk seluruh provinsi di Indonesia.

“KUR ini penting bagi kesejahteraan petani dan saya akan memperjuangkannya, tidak boleh petani terlantar dan kesulitan mendapatkan KUR,” ujar dia ketika ditemui di Rakernas Pertanian 2020, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/1).

SYL menjelaskan, satu petani mendapatkan KUR sebesar Rp 50 juta, petani yang mendapatkan KUR harus dipastikan sudah masuk Gabungan Kelompok Tani.

Mengingat di daerah banyak juga oknum yang tidak bertanggung jawab dan mengaku sebagai petani agar mendapatkan KUR, SYL meminta gubernur setiap provinsi memastikan pengelolaan KUR dengan sebaik mungkin dan jangan sampai ada yang salah sasaran.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam penyaluran KUR.

Selama ini, alokasi dana untuk sektor pertanian paling tinggi mencapai Rp 200 miliar untuk satu provinsi sehingga hasil produksi pertaniannya tidak maksimal.

Diharapkan dengan alokasi dana KUR Rp 1 triliun bisa membuat kehidupan petani naik tingkat.

SYL mengatakan hingga 2024, banyak sekali target yang akan dicapai Kementan seperti peningkatan komoditas perkebunan dan pertanian hingga 7% sehingga gerakan tiga kali ekspor bisa dicapai.

Penurunan stunting bisa mencapai 15% di tahun 2024 dengan program Family Farming dan Pertanian Masuk Sekolah.

Cegah virus Corona

SYL mengatakan terkait virus Corona, Kementerian Pertanian juga berkontribusi mencegah virus Corona melalui pengawasan impor produk pertanian dari Tiongkok.

Produk impor Tiongkok mulai dari sayuran, buah- buahan akan dicek dan diperiksa secara detail, jika terlihat mencurigakan maka akan distop dan dilarang diedarkan.

Pengawasan produk impor harus dilakukan secara bersama dan lintas sektor tidak bisa Kementerian Pertanian sendiri.

“Produk impor pertanian akan kami cek dan sudah ada tim yang bergerak untuk memeriksanya,” ujar dia.

Kementan juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan produk impor aman dikonsumsi.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA