Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo. Foto: IST

Syahrul Yasin Limpo. Foto: IST

DALAM 5 TAHUN,

SYL Targetkan Pengusaha Pertanian Milenial Capai 2,5 Juta

Ridho Syukra, Selasa, 28 Januari 2020 | 14:16 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menargetkan jumlah pengusaha pertanian milenial dalam 5 tahun ke depan mencapai 2,5 juta orang.

“ Dalam 5 tahun ke depan, saya targetkan akan lahir pengusaha pertanian dari generasi milenial mencapai 2,5 juta orang,” ujar dia ketika ditemui dalam Rakernas Pertanian 2020, di Hotel Bidakara, Jakarta, belum lama ini.

Menurut SYL, generasi milenial harus dilatih dan diajak untuk memajukan sektor pertanian karena generasi milenial merupakan generasi penerus bangsa.

“Sektor pertanian harus dibangun dan dilanjutkan, generasi yang paling tepat untuk melanjutkan pembangunan pertanian yaitu generasi milenial,” ujar dia.

Saat ini, lanjut SYL, banyak generasi milenial yang ingin bekerja di sektor industri maupun start up dan sangat jarang ditemukan generasi milenial yang ingin menjadi pengusaha di bidang pertanian.

Untuk melahirkan pengusaha pertanian milenial, Kementan sudah mempunyai program Farming Class dimana program ini diajarkan di beberapa sekolah maupun universitas yang diajak kerjasama.

Generasi milenial, kata SYL, bisa membangun bisnis di sektor pertanian dan tidak harus menjadi petani , tugasnya hanya menjadi pengusaha yang memiliki modal kemudian memajukan pertanian.

“Pertanian ini merupakan sektor utama dalam ekonomi dan berkontribusi cukup besar terhadap PDB,” ujarnya.

Jumlah generasi milenial di Indonesia sangat banyak dan kesempatan tersebut tidak boleh disia siakan.

“Indonesia sudah ada bonus demografi dengan banyaknya kaum milenial, masa dari sekian banyak jumlahnya tidak ada yang mau jadi pengusaha pertanian,” ujar dia.

SYL mengatakan banyak negara maju seperti Brazil telah memiliki pengusaha muda di bidang pertanian sehingga pertanian mereka maju dan berdaya saing.

Kekuatan pangan dunia memang Brazil kemudian diikuti Australia. Brazil telah menerapkan young promising farm people untuk melanjutkan dan membangun sektor pertanian.

Indonesia, menurut SYL, bisa mencontoh Brazil dan mulai menerapkan ke generasi milenial bahwa memajukan sektor pertanian itu merupakan tanggung jawab.

“Tanpa sektor pertanian, masyarakat Indonesia tidak akan makan dan memang menyangkut masalah pangan. Kementan pun tidak bisa bekerja sendiri dan harus membutuhkan koordinasi dengan pengusaha di bidang pertanian,” pungkas SYL.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA