Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sapi siap potong. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Sapi siap potong. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

SYLHarapkan KUR Bisa untuk Pengembangan Inseminasi Buatan

Ridho Syukra, Minggu, 17 November 2019 | 23:45 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan kucuran anggaran perbankan berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa digunakan untuk pengembangan inseminasi buatan.

Anggaran tersebut nantinya akan dijadikan target utama dalam memperkuat swasembada daging sapi.

“Saya berharap perbankan menggulirkan KUR yang ada, harapan saya anggaran tersebut diuji coba untuk melakukan inseminasi,” ujar dia di Jakarta, Sabtu (17/11).

Kementan sudah menetapkan Lolitsapi Pasuruan sebagai percontohan swasembada daging nasional untuk daerah lain.

Syahrul Yasin Limpo
Syahrul Yasin Limpo

SYL menjelaskan lolitsapi Pasuruan berhasil mengembangbiakan 1000 ekor sapi indukan yang terdiri dari 550 sapi peranakan ongole, 250 ekor sapi Madura dan 200 ekor sapi Bali.

Keberhasilan ini merupakan hasil program inseminasi buatan yang diuji coba di Kecamatan Grati, prospeknya cukup bagus dan ke depannya wilayah Pasuruan akan dijadikan percontohan.

Lolitsapi Pasuruan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, lolitsapi memiliki tugas mengembangkan inovasi produksi bibit unggul sapi potong lokal untuk nasional.

Lolitsapi Pasuruan juga sedang  melakukan riset untuk pengembangan sapi Belgian Blue dan Sapi Beranak Kembar, Sapi Belgian Blue dilakukan melalui teknologi transfer embrio dan inseminasi buatan dengan induk sapi PO sejak 2018.

Lolitsapi juga berperan dan berkontribusi terhadap program Upsus Siwab melalui inovasi teknologi kit diagnosis kebuntingan dini dan suplementasi pakan berupa NUT-MB Plus.

Kit diagnosis kebuntingan dini mudah diaplikasikan di lapangan dan dapat dilakukan sendiri oleh peternak, mampu mendeteksi kebuntingan sapi mulai umur 15 hari dengan akurasi 90%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA