Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi DPR.   Foto: SP/Ruht Semiono

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi DPR. Foto: SP/Ruht Semiono

TA 2021 Kemenhub Alokasikan 45,6 Triliun

Selasa, 22 September 2020 | 22:59 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa anggaran Kemenhub pada TA 2021 sebesar 45,66 triliun dan tidak mengalami perubahan.

"Dalam surat pagu anggaran 2021 untuk Kemenhub yaitu 45,6 triliun. Besaran pagu tersebut telah disampaikan dalam rapat kerja sebelumnya," kata Budi dalam rapat bersama Komisi V DPR RI membahas tentang sinkronisasi fungsi dan program RAPBN 2021 di Jakarta, Selasa (22/9).

Sejalan dengan itu, praktis alokasi anggaran untuk unit per eselon 1 pada rencana kerja anggaran 2021 pun tidak mengalami perubahan dengan rincian Sekretaris Jenderal 719 miliar, Inspektorat Jenderal 121 miliar, Ditjen Darat 7,6 triliun, Ditjen Laut 11,4 triliun, Ditjen Udara 10,5 triliun, Kereta Api 11,1 triliun, Balitbang 197 miliar, BPSDM 3,5 triliun dan BPTJ 390 miliar.

Budi menjelaskan bahwa pagu Kemenhub di TA 2021 yang sebesar 45,66 triliun itu terdiri dari dari dua komposisi. Komposisi pertama dilihat dari jenis belanja, komposusu kedua dilihat dari sumber pendanaan.

Dari aspek jenis belanja, Kemenhub menganggarkan Rp 23,66 triliun atau 51,83% untuk belanja modal, sementara Rp 3,97 triliun atau 8,71% untuk belanja pegawai. Kemudian belanja barang mengikat sebesar Rp 3,22 triliun atau 7,05% dan belanja barang tidak mengikat sebesar Rp 14,79 triliun atau 32,41%.

Sedangkan dilihat dari aspek sumber pendanaan, pendanaan Kemenhub bersumber dari rupiah murni sebesar 33,86 triliun atau 74,16%, SBSN Rp 5,66 triliun, Pinjaman Luar Negeri (PLN) sebesar Rp 807 miliar atau 1,77%, Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 1,53 triliun atau 3,35% dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 3,79 triliun atau 8,31%.

Budi menyebut bahwa total besaran pagu anggaran Kemenhub senilai Rp 45,66 triliun tersebut dikelompokkan ke dalam 4 program antara lain program perhubungan manajemen sebanyak 9,5 triliun, progran infrastruktur dan konektivitas 33 triliun, program riset dan inovasi IPTEK 12 triliun dan program pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar 2 triliun.

Meski demikian, Budi juga mengaku akan memberikan dukungan untuk Program Padat Karya dan pemulihan sektor real supaya masyarakat betul-betul merasakan dana-dana pembangunan ini.

Komisi V skors rapat
Rapat yang membahas Penyesuaian RKA K/L TA 2020 ini kemudian mendadak diskors Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. "Pak Menteri, sebentar Pak Menteri. Mungkin saya melihat bahan ini, saya kira kita perlu ngobrol sebentar, Pak. Jadi, Bapak cukup sampai di sini saja dulu. Masuk ke anggota, kita skor dulu, Pak," ucap dia.

Ia menjelaskan  bahwa pemaparan menteri perhubungan dicukupkan saja sampai bagian umum. Di bagian lampiran, Lasarus minta tidak perlu dipaparkan lagi. "Silakan, Pak. Nanti, lampirannya ditutup dulu," kata Lasarus. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN