Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata. Foto: rumahhokie.com

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata. Foto: rumahhokie.com

Tahap Awal Tambahan Kuota FLPP Sebanyak 20 Ribu Unit

Imam Mudzakir, Selasa, 24 September 2019 | 19:18 WIB

JAKARTA, investor.id - Asosiasi yang tergabung dalam Realestate Indonesia (REI) menyambut positif kebijakan pemerintah untuk menambah kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk tahap awal sebesar 20 ribu unit dan 14 ribu unit untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Informasinya yang kami dapat untuk tahap awal, tambahan kuota FLPP ini sebanyak 20 ribu unit dan nanti ada tambahan dengan skema BP2BT sebanyak 14 ribu unit, tapi nanti saya konfirmasi kemabli kepastiannya,” ujar Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata, kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (24/9).

Menurut Eman, sapaan akrab dari Ketum REI, angka tersebut dianggap bisa membeirkan napas bagi pengembang untuk melanjutkan proyeknya. Karena banyak pengembang di daerah yang masih mengeluhkan kuota FLPP ini yang sudah habis. “Lumayan buat kami, pada tahap awal ini, mudah mudahan ada tambahan lagi sampai akhir tahun,” kata dia.

BP2BT adalah kredit kepemilikan rumah bersubsidi untuk uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya.

Seperti diketahui bahwa, sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui pencairan tambahan anggaran FLPP atau subsidi rumah sebesar Rp 8,6 triliun pada September 2019 ini. Angka tersebut setara dengan pembangunan rumah subsidi sebanyak 80 ribu unit.

Soelaeman Soemawinata mengatakan, tambahan kuota tersebut cukup untuk mengambil napas buat pengembang sampai November, “Tidak ada masalah, sejauh kuota FLPP ini bisa direalisasikan di bulan September,” ujar Soelaeman.

Menurut Eman, pengajuan tambahan anggaran yang diminta pengembang sebetulnya mencapai 130 ribu unit rumah hingga akhir 2019. Namun, pemerintah memberi lampu hijau untuk 80 ribu unit terlebih dulu. “Pencairan anggaran tambahan FLPP tersebut bisa cair dalam dua pekan ke depan,” katanya.

Sedangkan Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan permukiman Seluruh Indonesia) menyambut positif langkah pemerintah untuk menambah kuota subsidi bagi masyarakat beprenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp8,6 triliun atau setara dengan 80 ribu unit rumah.

“Tentu kami bergembira, setelah ada kepastian bahwa Pak Presiden Joko Widodo memberikan tambahan langsung dana FLPP ini sebanyak 80 ribu unit rumah, meski masih jauh dari harapan,” kata Ketua umum Apersi, Junaedi Abdillah.

Ketua Umum Apersi, Junaedi Abdillah
Ketua Umum Apersi, Junaedi Abdillah

Junaedi mengatakan, selama ini pengembang diberikan ketidakpastian soal kuota FLPP yang sudah habis anggarannya. Sehingga banyak pengembang yang menghentikan sementara proyek rumah subsidi. Karena tidak ada anggaran dari pemerintah. “Banyak temen temen kami pengembang di daerah mengeluhkan tidak bisa KPR, karena kuotanya habis,” kata dia.

Dengan adanya tambahan ini, masih memberikan harapan buat pengembang untuk menyelesaikan proyek rumah yang sudah siap untuk bisa dilakukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

“Jadi yang terbantu itu, tidak hanya pengembang, tetapi juga konsumen yang bisa mendapatkan rumah murah,” kata Junaedi.

Selain itu, kata dia dengan adanya tambahan kuota ini, memberikan kepastian kepada pengembang yang saat ini masih menunggu dana FLPP tersebut. Pasalnya masih ada sekitar 90 ribu unit rumah subsidi yang belum bisa lakukan KPR FLPP.

“Kami kemarin ketika bertemu dengan presiden sudah mengajukan tambahan 120 ribu unit tetapi disetujui 80 ribu dan alhamdulillah, mudah mudahan dalam waktu 1-2 minggu ini bisa segera direalisasikan,” katanya.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana subsidi untuk rumah MBR melalui FLPP tahun 2019 ini sebanyak 68,9 ribu, atau setara dengan Rp 5,2 triliun dari APBN. Dana tersbeut telah terserap habis sampai bulan Juni. Sementara target pemerintah dalam program sejuta rumah menargetkan 1,2 juta unit rumah. Dimana 70% adalah rumah subsidi dan 30% rumah non subsidi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA