Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beras Bulog. Foto  IST

Beras Bulog. Foto IST

Tahun Depan, Bulog Operasikan Gudang Baru di 22 Lokasi

Ridho Syukra, Jumat, 13 Desember 2019 | 01:22 WIB

JAKARTA, investor.id - Perum Bulog menambah gudang baru yang berada di 22 lokasi. Rencananya gudang baru tersebut akan dioperasikan pada 2020.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan, kapasitas penyimpanan gudang bervariasi dengan kapasitas maksimal mencapai 50 ribu ton.

“ Saya berharap di semester pertama tahun depan, semua gudang baru akan beroperasi, penambahan gudang baru ini merupakan bagian dari realisasi penyertaan modal negara pada tahun 2016,” ujar dia ketika ditemui di Gedung RRI, Jakarta, Kamis (12/12).

Perum Bulog tercatat sudah mempunyai 1.522 unit gudang penyimpanan dengan kapasitas total 3,7 juta ton.

Dengan adanya penambahan gudang baru ini maka kapasitas penyimpanan Bulog bertambah 150  ribu ton.

Tentang 22 lokasi gudang baru tersebut tidak dijelaskan secara detail tetapi pasti sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Penambahan gudang baru ini juga dijadikan sebagai penyimpanan cadangan jika terjadi lonjakan permintaan beras.

Terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bulog siap menjadi supplier utama, jika tidak bisa menjadi penyalur utama maka Bulog akan memperlebar pasar komersial pada tahun depan.

Pada tahun depan, Bulog menargetkan penjualan beras komersial mencapai 650 ribu ton.

20 Ribu Ton Beras Disposal

Sementara itu, sebanyak 20 ribu stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terancam busuk dan berpotensi untuk dibuang atau disposal.

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan solusi untuk mengatasi disposal tersebut adalah menyerahkan seluruh pengelolaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada Bulog, selama ini pengelolaan BPNT dipegang oleh Kementerian Sosial.

Jika Bulog menjadi pengelola tunggal maka Bulog terus memantau gudang dan dipastikan tidak ada beras yang menumpuk dan pasti disalurkan.

Bulog hanya menunggu perintah untuk menyalurkan BPNT, jika tidak ada perintah maka beras tidak akan didistribusikan.

“ Saya minta pengelola BPNT hanya kepada Bulog, biar bisa fokus melaksanakan tugas dan kewajiban,” ujar dia.

Ia akan memperjuangkan Bulog dengan menyarankan agar aturan BPNT diubah dan menyerahkan semua pengelolaan kepada Bulog.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA