Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (07/08/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (07/08/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Tahun Politik Tingkatkan Ketidakpastian Ekonomi Domestik

Senin, 5 Des 2022 | 13:25 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memperingatkan tahun politik dan gejolak global tahun 2023 berpotensi menambah ketidakpastian ekonomi domestik.

Dia menjelaskan, peningkatan risiko ketidakpastian tahun politik sempat terjadi setahun sebelum pelaksanaan pemilihan umum, yakni di tahun 2013 dan 2018 yang menyebabkan kinerja saham turun drastis.

Baca juga: BI: Bila Risiko Naik, The Fed Kerek Suku Bunga di Level 6%

“Dunia begitu gelap tahun mendatang, sehingga akan berimplikasi ke dalam situasi domestik dalam negeri, apalagi tahun depan itu masuk politik penuh ketidakpastian. Pengalaman kita, satu tahun sebelum pemilu stock exchange tren turun, seperti tahun 2013 dan 2018, karena dibaca pasar ketidakpastian didalam negeri meningkat,”ungkap Tauhid dalam diskusi Indef, Senin (5/12).

Advertisement

Baca juga: KADIN Indonesia Komitmen Perkuat Ekonomi dengan Semangat Kolabosi

Selain itu, ada pula risiko global menyebabkan pelemahan ekonomi global masih berlanjut dan meningkat, mulai dari perang Rusia-Ukraina yang masih akan berlanjut hingga akhir tahun.

Cenderung Berlanjut

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan ekonomi dunia masih akan berlanjut di tahun depan, dalam proyeksinya pertumbuhan ekonomi dunia akan turun dari 3% di tahun ini menjadi 2,6% di tahun depan.

Baca juga: Saham Sektor Teknologi Anjlok 4,09%, IHSG Ditutup Turun Tipis pada Sesi I

“Tapi ini masih bisa turun lagi jadi 2% dalam skenario risiko lain. Karena terdapat risiko resesi di AS dan Eropa meningkat yang akan memberikan dampak pada kemampuan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,”tuturnya.

Kedua, lonjakan inflasi yang belum akan menurun di tahun depan, bahkan pergerakan inflasi diproyeksikan baru akan turun pada kuartal IV tahun depan. Selanjutnya Bank Sentral di negara berkembang dan maju yang mulai meningkatkan suku bunga acuannya untuk merespon inflasi.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com