Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah. Sumber: BSTV

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah. Sumber: BSTV

Tak Perlu Panik, Resesi Terjadi Hampir di Seluruh Dunia

Jumat, 6 November 2020 | 23:59 WIB
Arnoldus Kristianus dan Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -  Ekonom senior Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah menyatakan, dalam menyikapi resesi ekonomi saat ini, masyarakat tak perlu panik. Soalnya, resesi terjadi hampir di seluruh dunia. Piter memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kua tal IV-2020 hingga kuartal I-2021 ma sih minus, tetapi dalam tren yang membaik. Hal ini sejalan dengan proses pemulihan ekonomi yang terus berlanjut.

Di pihak lain, pengamat ekonomi Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan RI, Eric Alexander Sugandi mengatakan, meskipun perekonomian Indonesia mengalami resesi pada kuartal III, kontraksinya sudah terjadi sejak kuartal II- 2020. Kontraksi pada kuartal II terjadi karena pemerintah menjalankan PSBB untuk memutus penyebaran Covid 19.

Eric Sugandi. Sumber: BSTV
Eric Sugandi. Sumber: BSTV

“Pada kuartal III, angka pertumbuhan dari kuartal ke kuartal sudah positif karena sektorsektor perekonomian dibuka lagi secara bertahap. Artinya pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia mulai bergerak menuju pemulihan,” papar dia.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual mengemukakan, untuk memacu PDB kuartal IV, pemerintah harus mengoptimalkan penyaluran dana PEN guna membangkitkan dunia usaha dan meningkatkan daya beli masyarakat. Soalnya, penyaluran dana PEN senilai total Rp 695 triliun baru terealisasi 52%.

David Sumual. Sumber: BSTV
David Sumual. Sumber: BSTV

Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa yang mencapai Rp 572 triliun pun baru tersalurkan 41%. Perihal dampak pilpres AS terhadap ekonomi Indonesia,

David Sumual mengemukakan,siapa pun yang menang akanberdampak positif bagi Indonesia. Tetapi kemenangan Joe Biden lebih positif dampaknya bagi perekonomian nasional.

Dia menambahkan, jika Biden menang, perang dagang diharapkan mereda karena Biden dikenal lebih pro kebijakan multilateral.

Di sisi lain, Indonesia telah mendapatkan ‘warisan’ dari Trump berupa perpanjangan pemberian fasilitas pembebasan tarif bea masuk atau generalized system of preferences (GSP).

Onny Widjanarko. Foto: IST
Onny Widjanarko. Foto: IST

Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko mengatakan, pendorong PDB kuartal III-2020 adalah meningkatnya realisasi stimulus pemerintah serta membaiknya mobilitas masyarakat dan permintaan global.

“Ke depan, BI melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh makin efektif mendorong pemulihan ekonomi,” tegas dia.

Disambut Pasar

Pertumbuhan ekonomi triwulanan, pertumbuhan ekonomi kuartal II, pertumbuhan ekonomi Q to Q
Pertumbuhan ekonomi triwulanan, pertumbuhan ekonomi kuartal II, pertumbuhan ekonomi Q to Q

Membaiknya PDB kuartal III-2020 direspons positif pasar, kendati pertumbuhan PBB III lebih dalam dari proyeksi pemerintah (minus 2,9% hingga minus 1,1%). Kemarin, indeks har ga saham gabungan (IHSG) menguat 155,1 poin (3,04%) ke level 5.260,3.

Selain mendapat sentiment positif dari kinerja PDB, penguatan IHSG terdorong aliran modal masuk asing (capital inflow). Investor asing kemarin mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp 711,22 miliar. Penguatan IHSG juga sejalan dengan penguatan indeks saham bursa Asia, menyusul perkiraan kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS.

“Perang dagang antara AS dan Tiongkok kemungkinan berakhir jika Joe Biden menang karena Biden kemungkinan akan menerapkan kebijakan-kebijakan multilateralisme. Itu akan berdampak positif bagi emerging market,” tutur Equity Analyst Phillip Sekuritas Indonesia, Anugerah Zamzami Nasr.

Anugerah Zamzami. Foto: IST
Anugerah Zamzami. Foto: IST

Zamzami menambahkan, Biden juga berencana menaikkanpajak korporasi dan mengucurkan stimulus fiskal yang lebih besar. Kebijakan itu akan men dorong capital inflow ke negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. (bil/fur/tk/tm/az)

Baca juga:

https://investor.id/business/fase-terburuk-sudah-berlalu

https://investor.id/business/pemerintah-akan-genjot-belanja-apbnapbd

https://investor.id/business/airlangga-ekonomi-dalam-tren-pemulihan

https://investor.id/macroeconomics/bps-terjadi-perbaikan-ekonomi-cukup-signifikan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN