Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambak udang. Foto Ilustrasi: Ist

Tambak udang. Foto Ilustrasi: Ist

Tambak Udang Model Klaster Milik KKP di Aceh Timur Mulai Panen

Selasa, 2 Maret 2021 | 13:35 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Salah satu tambak udang model klaster tahun 2020, program prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berada di Kabupaten Aceh Timur telah berhasil melakukan panen perdana pada 24 Februari 2021.

Rata-rata kepadatan benih sekitar 120 ekor per meter persegi telah dilakukan panen parsial pertama pada 9 kolam dengan size 100, masa pemeliharaan 60 hari dengan total hasil panen sebanyak kurang lebih 2,2 ton dengan nilai kurang lebih Rp 100 juta.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan panen parsial tersebut membuktikan bahwa upaya KKP untuk membuat model tambak udang  berkelanjutan yang dapat direplikasi oleh masyarakat pembudidaya berhasil dan diharapkan dapat membantu dalam mendorong nilai ekspor udang sebesar 250% pada 2024.

“ Pencapaian ini merupakan usaha dan  kerja keras KKP untuk terus meningkatkan produksi sub sektor perikanan budidaya nasional dan menggejar target produksi agar bisa mendorong ekspor udang sampai tahun 2024 bukan hanya di Aceh saja tetapi juga di daerah lain,” ujar dia di Jakarta, Selasa (2/3).

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

Sebagaimana pernah disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono bahwa Aceh Timur termasuk kawasan potensial karena kondisi air dan lahannya sangat cocok untuk pengembangan tambak udang.

Ia menegaskan bahwa dalam budidaya tambak udang jangan sampai mencemari lingkungan dan udang itu sendiri sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan cukup tinggi dan lingkungan sekitar tetap lestari.
Panen parsial sendiri bertujuan untuk mengurangi biomassa udang di tambak sehingga memberikan ruang gerak udang semakin luas dan dapat mengurangi produksi limbah sehingga mengurangi stres pada udang dan mempercepat pertumbuhan udang.

Model tambak berkelanjutan yang dibangun merupakan kawasan tambak ideal karena terdiri dari petak pengelolaan air bersih, petak produksi, petak pengelolaan air limbah dan kawasan hutan mangrove.’sebagai kawasan penyangga untuk mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Konsep klaster ini memungkinkan pengelolaan yang lebih terkontrol yaitu melalui perbaikan tata letak dan penerapan biosecurity secara ketat dengan manajemen pengelolaan yang lenih terintegrasi.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN