Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam konferensi pers APBN Kita edisi Desember 2019 di Aula Mezzanine Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta(19/12).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam konferensi pers APBN Kita edisi Desember 2019 di Aula Mezzanine Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta(19/12).

Target Penerimaan Perpajakan 2019 Hanya Terealisasi 86%

Arnoldus Kristianus dan Nasori, (nasori_id)  Selasa, 7 Januari 2020 | 12:04 WIB

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi penerimaan perpajakan selama 2019 mencapai sekitar Rp 1.545,3 triliun atau hanya 86,5% dari target APBN 2019 yang ditetapkan sebesar Rp 1.786,4 triliun. Persentase realisasi ini lebih rendah dari persentase realisasi tahun lalu yang masih berada di atas 90%.

Sementara itu, realisasi keseluruhan penerimaan negara 2019 mencapai Rp 1.957,2 triliun atau 90,4% dari target Rp 2.165,1 triliun. “Pendapatan negara memang mengalami tekanan dari renbesan perlemahan global. Ini terlihat dari pendapat perpajakan kita,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Laporan APBN Tahun 2019 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/12).

Dibanding realisasi 2018 yang mencapai Rp 1.521,4 triliun, penerimaan perpajakan 2019 tersebut tercatat masih tumbuh 1,7%. Sementara itu, meskipun secara nominal tetap mengalami kenaikan, secara persentasi realisasi penerimaan negara 2019 tercatat menurun. Realisasi penerimaan negara 2018 mencapai Rp 1.942,34 triliun atau 102,51 % dari target APBN tahun 2018.

Sebelumnya Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) memperkirakan, realisasi penerimaan pajak sepanjang 2019 sebesar Rp 1.319 triliun (83,65%) atau (shortfall) sebesar Rp 258 triliun dari target APBN 2019.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo mengatakan, penerimaan pajak tahun lalu secara nominal merupakan shortfall terbesar selama kurun waktu lima tahun terakhir, namun demikian jika berdasarkan persentase bukan yang terendah.

Ia mengatakan, dengan tidak tercapai target tahun lalu, maka diperlukan langkah untuk menggenjot penerimaan pajak pada 2020."Pekerjaan rumahnya adalah dengan realisasi tahun lalu sebesar 83,6% dengan pertumbuhhan penerimaan pajak kurang dari 1%, kita butuh 23% untuk tahun ini," kata dia saat ditemui di Jakarta, Senin (6/1).

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN