Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kapal penumpang

Kapal penumpang

Tarif Angkutan Laut Penumpang Dinilai Diskriminatif, Pengusaha Pelayaran Minta Insentif

Senin, 8 Agustus 2022 | 14:59 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id -- Pelaku usaha angkutan laut menilai saat ini diskriminasi terkait tarif pelayaran penumpang kelas ekonomi. Karena itu, kalangan pengusaha pelayaran penumpang meminta insentif kepada pemerintah agar mereka bisa menutup biaya operasional dan tetap melayani masyarakat.

Pengurus DPP INSA Bidang Penumpang dan Roro, Rakhmatika Ardianto mengatakan, kondisi pentarifan untuk angkutan laut penumpang ekonomi yang selama ini diterapkan oleh PT Pelni, saat ini sangat tertinggal dibandingkan dengan tarif transportasi lainnya.

“Tarif yang berlaku sesuai dengan PM 109 Tahun 2017 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Laut Dalam Negeri Kelas Ekonomi yaitu sekitar Rp 575 per mil, tertinggal dibandingkan dengan tarif angkutan penyeberangan yang mencapai rata-rata Rp 875 per mil. Sedangkan untuk tarif angkutan penyeberangan selama ini juga tergolong rendah dan perhitungannya di bawah perhitungan HPP yang telah dihitung oleh pemerintah,” kata Rakhmatika, belum lama ini.

PT Pelni sebagai BUMN yang mengoperasikan mayoritas angkutan laut penumpang dalam negeri mendapatkan kompensasi subsidi public service obligation (PSO) yang sangat besar, meskipun tarif yang berlaku untuk penumpang sangat kecil.

“Tetapi tidak demikian dengan kapal penumpang swasta yang harus berinvestasi kapal sendiri dan pengoperasiannya tidak mendapatkan subsidi PSO dari pemerintah. Sehingga, kondisinya lebih sulit lagi untuk menutup biaya operasionalnya. Sedangkan, untuk tarifnya tidak mungkin dinaikkan melebihi tarif yang diterapkan oleh PT Pelni, karena karakter konsumen angkutan laut adalah masyarakat kelas bawah yang sangat sensitif terhadap harga, begitu ada selisih sedikit maka akan berpindah,” jelasnya.

Dia menambahkan, karena fungsi angkutan laut tidak hanya sebagai sarana transportasi tetapi juga sebagai infrastruktur jembatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membiayainya, maka pengusaha angkutan laut penumpang juga meminta subsidi atau insentif sebagai kompensasi atas investasi yang tidak dikeluarkan oleh pemerintah dengan adanya infrastruktur yang telah disediakan oleh swasta. "Sehingga dengan adanya tarif yang rendah tadi kami juga tetap masih bisa hidup beroperasi melayani masyarakat,” imbuhnya.

Rakhmatika nenyebutkan insentif tersebut antara lain, keringanan pembebanan pajak, penghapusan biaya PNBP seperti yang dilakukan untuk moda udara, subsidi yang lebih besar terhadap harga BBM dibandingkan subsidi terhadap harga BBM dari sarana transportasi yang tidak merangkap sebagai infrastruktur seperti transportasi publik darat. Selanjutnya, subsidi biaya alat keselamatan yang dibiayai oleh pemerintah, karena sebenarnya fungsi keselamatan menjadi tanggung jawab pemerintah

Selain itu, pemerintah merawat kondisi alur pelayaran yang saat ini banyak mengalami pendangkalan. Dengan adanya alur yang dangkal, maka ukuran kapal yang bisa masuk pelabuhan adalah yang berukuran kecil dan cenderung tidak efisien, serta hal ini juga membahayakan keselamatan pelayaran.

"Dengan adanya insentif yang diberikan tersebut, paling tidak dapat meringankan beban biaya operasional perusahaan angkutan laut swasta yang tidak mendapatkan PSO dari pemerintah, sehingga tercipta iklim usaha yang tidak diskriminatif,” ujarnya.

Menurut dia, angkutan laut mengangkut muatan yang jauh lebih besar, semestinya diberikan perhatian berupa insentif yang lebih besar. Contohnya sektor maritim di beberapa negara yang mendapatkan insentif lebih besar dari moda transportasi lainnya, seperti di Malaysia, Tiongkok, Vietnam, walaupun mereka bukan negara maritim. "Sedangkan Indonesia adalah negara maritim seharusnya juga mendapatkan perhatian yang lebih besar," tuturnya.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com