Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Tarif Listrik 3000 VA Naik, Menkeu Sebut Penggunanya Masyarakat Ekonomi Mampu

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:34 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan  kenaikan tarif dasar listrik untuk pelanggan 3.000 Volt Ampere (VA) ke atas, lantaran pengguna tarif dasar listrik masuk dalam kategori masyarakat mampu.

Sehingga, kenaikan (Pelanggan 3000 VA) dapat memberikan (bantuan) bagi masyarakat kelompok menengah bawah yang tarif listriknya tidak mengalami kenaikan.

“Untuk masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih yakni pelanggan listrik diatas 3000 va akan dilakukan adjustment (tarif listrik) naik,” ucapnya di DPR, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Pemerintah Sebut Pasokan Minyak Goreng Dalam Negeri Meningkat

Terkait kapan kenaikan tarif ini diimplementasikan, Menkeu meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan PT PLN untuk segera menyiapkan tahapan implementasi kebijakan tersebut.

“Pelanggan listrik di atas 3.000 VA dilakukan penyesuaian untuk itu nanti tolong tanya ke PLN persiapannya dan Menteri ESDM mengenai kapan langkah-langkah itu (diimplementasikan),” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Ini Fokus Kebijakan Fiskal 2023

Kendati demikian, Sri memastikan, alokasi subsidi dan kompensasi energi lewat perubahan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022 relatif tinggi.

Dengan demikian ia berharap, kenaikan alokasi itu dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional yang masih pada tahap awalan.

“Alokasi subsidi dan kompensasi naik luar biasa besar Rp 350 triliun di atas Rp 154 triliun yang disediakan APBN saat ini, itu semua untuk melindungi rakyat dan ekonomi agar bisa bertahan di dalam situasi goncangan global,” tuturnya. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN