Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Tarif Listrik Adjusment April-Juni Tak Alami Perubahan

Rangga Prakoso, Selasa, 3 Maret 2020 | 17:06 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tarif listrik periode April-Juni 2020 tidak mengalami perubahan. Meski parameter tarif listrik adjusment (penyesuaian) mengalami fluktuasi.

Kebijakan ini guna menjaga daya beli masyarakat serta daya saing industri. Tarif adjusment merupakan tarif listrik yang dikenakan kepada pelanggan non subsidi. Penyesuaian tarif dievaluasi setiap tiga bulan yang merujuk pada pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar (kurs) Rupiah, tingkat inflasi dan harga batu bara.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan parameter tarif adjusment periode November 2019-Januari 2020 mengalami perubahan. ICP sebesar US$65,27/barrel, kurs Rp13.939,47 kemudian inflasi rata-rata 0,29% dan harga patokan batu bara Rp783,13/kg.

"Mengikuti empat parameter makro tersebut seharusnya diberlakukan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment). Akan tetapi, Pemerintah mempertahankan agar tarif listrik tidak naik pada periode April - Juni demi menjaga daya beli dan daya saing," kata Agung di Jakarta, Selasa (3/3).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi menuturkan pemberitahuan perubahan tarif disampaikan satu bulan lebih cepat sebelum batas akhir penetapan yakni April 2020. Sebelumnya, pemberitahuan dilakukan bersamaan dengan penerapan tarif.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah berharap bisa mendongkrak peringkat indikator getting electricity yang saat ini berada di urutan ke 33 dan EODB di 73.

"Melalui Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2020, PLN wajib mengumumkan tariff adjustment kepada konsumen paling lambat satu bulan sebelum penerapan penyesuaian tarif," tuturnya.

Berikut tarif tenaga listrik untuk Triwulan II tahun 2020:

-Rp1.467,28 /kWh untuk pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 Bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan Penerangan Jalan Umum;

- Rp1.352/kWh untuk rumah tangga daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM);

- Rp1.114,74/kWh untuk pelanggan tegangan menengah, yaitu B-3 Bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA dan P2 Kantor Pemeritah dengan daya di atas 200 kVA;

- Rp996,74/kWh untuk pelanggan tegangan tinggi,yaitu I-4 Industri besar dengan daya 30 MVA ke atas.

Lebih lanjut, Kementerian ESDM meminta PLN agar dapat terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi operasional dan memacu penjualan tenaga listrik secara lebih agresif, sehingga BPP tenaga listrik dapat diupayakan lebih efisien.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN