Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng, Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST

Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng, Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST

Tarif Listrik Turun, Potential Loss PLN Rp391 Miliar

Jumat, 4 September 2020 | 14:14 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT PLN (persero) mengungkapkan pendapatan perusahaan berkurang Rp391 miliar dengan adanya penurunan tarif listrik bagi pelanggan non subsidi. Namun potential loss itu diklaim tidak berpengaruh pada neraca keuangan perusahaan. PLN melakukan sejumlah efisiensi guna mengimbangi potensi kehilangan pendapatan tersebut.

Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan penurunan tarif listrik bagi pelanggan non subsidi mampu memberi efek besar bagi masyarakat.

Dia menegaskan kebijakan penurunan tarif merupakan bentuk kehadiran pemerintah di saat pandemi.

"Penurunan tarif Rp 22,5/kWh membuat (kehilangan) potensi pendapatan Rp391 miliar selama tiga bulan (Oktober-Desember). Kalau efisiensi biaya produksi tidak ada masalah. Neraca keuangan PLN pun enggak bermasalah," kata Bob di Jakarta, Jumat (4/9).

Bob menerangkan efisiensi yang dilakukan dengan menghemat ongkos bahan bakar. Misalnya pengadaan batu bara yang lebih murah serta mendorong pembangkit diesel di tempat terpencil menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLS) komunal. Dia berharap penurunan tarif listrik mampu menggenjot penjualan listrik.

"Komponen biaya ada fix cost dan variable cost. Kita menggalakkan penjualan supaya fix cost turun," ujarnya.

Tarif listrik pelanggan nonsubsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) yang menikmati penurunan tarif tenaga listrik yakni pelanggan rumah tangga daya 1.300 volt ampere (VA(, 2.200 VA, 3.500-5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis daya 6.600-200 kVA, pelanggan pemerintah daya 6.600-200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya turun sebesar Rp 22,58/kWh menjadi sebesar Rp 1.444,70/kWh. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN