Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi

Tekan Emisi, Menhub Dorong Modernisasi Truk dan Integrasi KA

Kamis, 29 Juli 2021 | 15:25 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, transportasi darat menyumbang 91% dari total emisi di sektor transportasi. Karena itu, pihaknya mendorong upaya modernisasi truk dan integrasi transportasi logistik jalan serta kereta api (KA).

“Transportasi darat menyumbang 91% dari total emisi di sektor transportasi. Untuk itu, melalui penelitian ini, kita akan mengubah truk lama dengan truk yang lebih ramah lingkungan dan juga membangun transportasi jalan dan kereta api yang terintegrasi sehingga diharapkan mengurangi penggunaan energi, polusi, dan emisi rumah kaca,” jelas Menhub dalam keterangan resmi, Kamis (29/7/2021).

Dia menerangkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen menerapkan logistik hijau (green logistic) dalam rangka mendukung perlindungan lingkungan dari bahaya pemanasan global.

“Sebagai negara maritim, Indonesia berkomitmen menerapkan konsep logistik hijau dalam distribusi logistik, melalui transformasi dan dekarbonisasi di sektor transportasi,” jelas Menhub.

Kemenhub, kata Budi, telah melakukan sejumlah penelitian sebagai bentuk komitmen mewujudkan logsitik hijau, seperti penelitian terkait skema modernisasi armada truk dan integrasi transportasi logsitik untuk transportasi berbasis jalan dan KA.

Selain itu, Menhub mengungkapkan, kontribusi sektor transportasi untuk menurunkan gas rumah kaca (GRK) dilakukan melalui penerapan efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan. Beberapa di antaranya penerapan pelabuhan hijau (greenport) yang memiliki kriteria, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengendalian udara, serta pengendalian pencemaran limbah.

Dengan mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG’s)/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, kata Budi, baru-baru ini Indonesia telah meningkatkan penggunaan shore-connection yang mulai diterapkan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Penerapan ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang kapal di pelabuhan.

Adapun shore connection adalah jaringan listrik dari darat yang dipasang di dermaga dipergunakan untuk kapal yang bersandar di pelabuhan. Fasilitas ini digunakan untuk menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan mesin kapal berbahan bakar minyak menjadi sumber energi listrik.

“Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 11% pada 2030 untuk sektor energi, termasuk transportasi,” ujar Menhub.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN