Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkop  dan UKM, Teten Masduki bersama Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah dalam konferensi pers di Kantor Kemenkop UKM, Jakarta,  Kamis (12/5/2022).   Foto: Humas Kemenkop UKM.

Menkop dan UKM, Teten Masduki bersama Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah dalam konferensi pers di Kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Kamis (12/5/2022). Foto: Humas Kemenkop UKM.

Tekan Impor, Menteri Teten Optimistis UMKM Mampu Produksi Alkes Berkualitas

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 14:40 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini UMKM mampu menyuplai kebutuhan alat kesehatan (alkes) dalam negeri, sekaligus memproduksi alkes yang bisa mensubstitusi produk impor.

Dikatakan, hingga saat ini produk di sektor kesehatan masih banyak yang merupakan barang impor. Tapi di satu sisi, dari waktu ke waktu produk lokal kesehatan semakin baik dan tak kalah bagusnya dengan produk impor.

"Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dengan berbagai pihak mengembangkan produk UMKM untuk diperbaiki agar menjadi rantai pasok industri nasional," ucap Menteri Teten dalam siaran pers, Sabtu (20/8/2022).

Teten menuturkan jika UMKM bisa terintegrasi, maka akan semakin memperluas akses pembiayaan UMKM ke sektor keuangan. Ia pun mengajak setiap orang untuk menyamakan persepsi antara kebutuhan dan rantai pasok.

"Kita mulai dengan mendapatkan informasi, sehingga UMKM bisa diarahkan untuk memproduksi alkes dengan teknologi sederhana. Sayang sekali jika jarum suntik saja kita harus impor," tutur Teten.

Dia mengatakan pengadaan belanja pemerintah di dalam negeri sudah sangat baik. Beberapa alkes yang sudah masuk pengadaan barang di Kemenkes dan mampu diproduksi usaha mikro seperti kasa, kapas, masker, maupun sarung tangan yang sebagian besar merupakan produk yang sekali pakai akan habis.

"Kita juga harus mengembangkan riset yang bisa digunakan untuk pengembangan produk alat kesehatan. Kami akan berkolaborasi dengan Kemendikbud misalnya melalui matching fund yang membiayai Research and Development (RnD) riset join di kampus dan produknya dibuat UMKM," kata dia.

Teten turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenkes, yang sudah menyelenggarakan kegiatan fasilitasi pengembangan alat kesehatan produk UMKM. Pemerintah sudah menetapkan di Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) di mana belanja pemerintah 40% harus menyerap produk UMKM dan koperasi yang mencapai sekitar Rp 400 triliun. Jika angka itu dibelanjakan, maka Badan Pusat Statistik (BPS) sudah menghitung akan terjadi penambahan lapangan kerja sekitar 2 juta orang atau pertumbuhan ekonomi 1,85%.

"Untuk saat ini di tengah ekonomi global yang sedang melemah menjadi sangat penting, karena kita butuh lapangan kerja untuk memperkuat daya beli masyarakat dan kita juga perlu menciptakan lapangan kerja. Perlu didorong investasi untuk menambah laju pertumbuhan ekonomi yang terus positif," tandas Teten.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut sekitar 50-60% alkes dan obat-obatan berasal dari produk impor. Dia juga merinci, dari besar potensi penciptaan alkes oleh UMKM, jika sekitar 20% saja dibuat UMKM kata Menkes, akan sangat membantu ekonomi dalam negeri. Kemenkes melakukan program afirmasi. Jadi pengadaan barang lewat SIRUP, maupun di e-katalog bisa dilihat secara online barang apa saja yang dibutuhkan dan masuk di Kemenkes.

"Tapi kalau UMKM yang sudah masuk ke pengadaan, sistemnya kita lock. Jadi tak bisa lagi pengadaan lewat impor. Saat ini yang sudah 100% produk dalam negeri dari Kemenkes itu tempat tidur rumah sakit, ke depan kami proyeksikan timbangan badan di posyandu itu produknya dalam negeri semua," kata Budi.

Ia juga menjanjikan agar semua perizinan terkait produk alkes UMKM dipermudah seluruh prosesnya. "Mengurus izin paling kurang dari Rp 5 juta, kalau yang lebih mahal pasti lewat calo. Ke depan kami juga akan lebih banyak melakukan pembinaan,” katanya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com