Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pasokan Elpiji Impor

Pasokan Elpiji Impor

Tekan LPG Impor, ESDM Uji Terap Bahan Bakar Alternatiff untuk Rumah Tangga

Rangga Prakoso, Selasa, 14 Januari 2020 | 17:00 WIB

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji terap pemanfaatan Dimethyl ether (DME) sebagai bahan bakar alternatif untuk rumah tangga serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan. Uji terap terhadap DMI (semacam gas sintetis) itu dilakukan sejak akhir Desember 2019 dan berlangsung selama satu bulan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, uji terap ini dilakukan untuk mengetahui apakah DME layak untuk dikembangkan dan dibuat dalam skala besar untuk masyarakat. "Uji terap sebentar lagi selesai. Nanti hasilnya disampaikan," kata Dadan di Jakarta, Selasa (14/1).

Menurut Dadan, pemanfaatan DME merupakan salah satu inovasi mengurangi impor liquified petroleum gas (LPG) yang telah mencapai lebih dari 70%.  “Penggunaan DME akan mengurangi anggaran subsidi impor LPG dan menghemat devisa negara,” tegas dia.

Dadan menjelaskan, penelitian DME sebagai bahan bakar telah dilakukan Kelompok Program Penelitian dan Pengembangan (KP3) Aplikasi Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi Lemigas sejak 2009.

DME, kata dia, bisa berasal dari gas alam, batu bara, maupun dari biomassa yang bersih dan ramah lingkungan.

Dadan Kusdiana mengemukakan, Puslitbangtek Lemigas juga yang melakukan pengujian efisiensi kompor yang digunakan dan melakukan pengujian karakteristik gas DME. "Dalam uji terap ini, kami bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk," tutur dia.

Uji terap, menurut Dadan, dilaksanakan di beberapa lokasi di Sumatera Selatan, antara lain Kelurahan 13 dan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 1, dan Kota Palembang yang melibatkan 73 konsumen.

Selanjutnya di Kelurahan Air Lintang, Kabupaten Muara Enim (47 konsumen) dan di Desa Tegal Rejo, Kabupaten Tanjung Enim (39 konsumen).

“Paket yang dibagikan kepada setiap konsumen berupa kompor DME dan tabung DME ukuran 12 kg untuk UMKM dan tabung 5,5 kg untuk rumah tangga,” papar Dadan.

Mirip LPG

Dadan Kusdiana menjelaskan, karakteristik fisik DME mirip LPG, yaitu berwujud gas dalam kondisi ruang. Sebagai bahan bakar, DME dapat dimanfaatkan secara langsung maupun dicampur dengan LPG. Penyalurannya ke konsumen dapat menggunakan infrastruktur LPG.

Pelaksanaan uji terap DME sebagai bahan bakar rumah tangga dan UMKM sejalan dengan Peraturan Menter ESDM No 29 Tahun 2013 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar DME.

DME yang dihasilkan dari gasifikasi batu bara digarap PT Bukit Asam Tbk bersama PT Pertamina (Persero) dan Air Product. Proyek tersebut berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Sebelumnya lokasi proyek di rencanakan di Peranap, Riau. Perpindahan lokasi itu merupakan hasil dari studi kelayakan proyek.

Proyek gasifikasi ini diperkuat oleh total sumber daya batu bara hingga 8,3 miliar ton dengan cadangan 3,3 miliar ton. Untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun dibutuhkan batu bara sebanyak 9,2 juta ton.

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA