Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Terima Pembiayaan Rp 11,05 T, Kemenkeu: Partisipasi Asing Meningkat

Selasa, 12 April 2022 | 20:12 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (12/4/2022). Dari lelang tersebut, Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) menerima penawaran sebesar Rp 40,28 triliun dengan jumlah dana yang diterima negara Rp 11,05 triliun.

Direktur SUN Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, pada lelang kali ini terjadi peningkatan partisipasi asing dibandingkan pada lelang SUN sebelumnya, dengan minat terbesar pada tenor 10 dan 20 tahun.

Incoming bids asing mencapai Rp 4,45 triliun atau 11,04% dari total incoming bids yang masuk pada lelang hari ini dan dimenangkan sebesar Rp 0,54 triliun atau 12,06% dari total awarded bids,” ucap Deni dalam pernyataan resmi, Selasa (12/4/2022).

Seri SUN yang dilelang yaitu seri SPN03220713 (new issuance), SPN12230413 (new issuance), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening) dan FR0089 (reopening).

Baca juga: Kuartal I-2022, APBN Defisit Rp 5,81 Triliun

Dia mengatakan, permintaan SUN pada lelang hari ini dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, sikap hawkish The Fed AS atas ekspektasi kenaikan FFR sebesar 50 bps pada pertemuan Mei mendatang dan rencana The Fed untuk melakukan konsolidasi neraca sebesar US$ 8,2 miliar. Kedua, masih tingginya risiko dari konflik Rusia dan Ukraina yang telah berjalan lebih dari satu bulan. Ketiga, adanya penyebaran Covid-19 di Tiongkok yang menyebabkan lockdown di kota-kota besar.

“Namun, minat investor masih cukup baik, yang tercermin dari incoming bids sebesar Rp 40,28 triliun, dengan bid to cover ratio sebesar 3,65 kali,” ucap Deni.

Preferensi investor tidak berubah untuk obligasi negara pada lelang tersebut terdapat  pada dua seri benchmark dengan tenor 10 dan 20 tahun yang mencapai 39,07% dari total incoming bids dan 55,66% dari total awarded bids. Selain itu incoming bids terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu sebesar Rp 9,21 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani: Defisit APBN 2022 Diharapkan Bisa di Bawah 4%

Yield rata-rata tertimbang (Weighted Average Yield/WAY) pada lelang SUN tersebut naik 1 sampai. 5 basis poin dibandingkan dengan level pasar pada penutupan hari sebelumnya. Hal tersebut sesuai dengan kondisi dan pergerakan tingkat imbal hasil di pasar domestik beberapa hari terakhir,” ucapnya.

Deni mengatakan, dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder dan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, maka pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 11,05 triliun dan akan melaksanakan lelang SUN tambahan (Green Shoe Option/GSO) pada 13 April 2022.

Lelang GSO tersebut menawarkan seri Obligasi Negara FR0090, FR0091, FR0093 dan FR092 dengan WAY yang sama dengan lelang hari ini. Lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada 10 Mei 2022. “Pemerintah optimistis kondisi pasar akan semakin kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN,” ujar Deni.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN