Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Teten: Transisi Usaha Menuju Ekonomi Hijau Ciptakan Peluang Bisnis dan Lapangan Kerja

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:30 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Transisi usaha menuju ekonomi hijau dapat memberikan peluang bisnis yang besar dan juga membuka lapangan pekerjaan baru. Kondisi pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir telah mendorong pentingnya kesiapsiagaan krisis dan harus melihat dampak pemberdayaan dan keberlanjutan bisnis di Indonesia.

"Merujuk pada studi dari World Economic Forum 2020, di mana estimasi transisi ke ekonomi hijau dapat menghasilkan peluang bisnis senilai US$ 10 triliun, dan membuka 395 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2030," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Side Event G20 Indonesia bertajuk Green Economy and Sustainable Business pada Rabu (22/6/2022) malam.

Advertisement

Saat ini banyak bisnis pelaku bisnis yang biasanya enggan mengadopsi ekonomi hijau, karena dipandang sebagai masalah teknis yang rumit dengan biaya produksi yang tinggi. Teten mengatakan hal tersebut sama sekali tidak benar, di mana menurut penelitian, penggunaan sumber daya yang lebih baik dalam industri dapat membantu penghematan secara keseluruhan lebih dari 600 miliar dolar AS per tahun di Eropa.

"Praktik ekonomi hijau harus diimplementasikan pada bisnis yang sudah ada maupun bisnis baru di berbagai sektor industri, mulai dari proses produksi, produk, hingga manajemen dalam bisnis itu sendiri, yang berarti juga akan membantu faktor keberlanjutan bisnis mereka," tutur Mantan Kepala Kantor Staf Presiden ini.

Dia pun menekankan bahwa beradaptasi dengan ekonomi hijau mungkin tampak menantang, tetapi hal ini memungkinkan, karena telah banyak UMKM lokal yang sudah mempraktikkan ekonomi hijau dengan nilai tradisional dan kearifan lokal. Beradaptasi dengan ekonomi hijau juga akan membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Baca juga: Percepat Pemulihan Ekonomi, Jokowi Ingatkan Lagi Soal Belanja Produk Dalam Negeri

"Mengingat pentingnya UMKM dalam mendorong agenda ekonomi hijau, kami mendorong agar lebih banyak investasi untuk bisnis yang mengadopsi praktik tersebut. Karena tidak hanya akan memberikan pemulihan ekonomi dan lapangan pekerjaan, ekonomi hijau akan membantu memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang telah menjadi fokus kami," kata dia.

B20 Indonesia Chair Shinta Widjadja Kamdani mengatakan pemerintah harus mendorong pelaku UMKM bisa lebih terlibat dalam ekonomi hijau. Mulai dari industri dan manufaktur, pertanian, pariwisata hingga energi. Pengurangan emisi adalah salah satu proses yang mendorong output yang lebih baik untuk lingkungan dan diberikan kepada skala UKM di Indonesia.

“Kami juga sangat menyadari perlunya mendorong akses pembiayaan UMKM yang membantu proses dalam membangun bisnis yang lebih hijau,” ucap Shinta.

UMKM memainkan peran yang lebih besar untuk mendorong kemampuan adaptasi global terhadap transformasi ekonomi. Saat ini dunia sedang mengantisipasi perubahan dalam tata kelola bisnis dan aktivitas industri karena transformasi hijau besar-besaran.

Baca juga: Kerja Fun, Kreatif, dan Menginspirasi

“UMKM dekat dengan perubahan masyarakat mampu mencerminkan strategi terbaik untuk transformasi ekonomi yang menunjukkan apa yang salah dan apa yang telah dilakukan dengan benar,” kata Shinta.

Menurut Shinta, dengan persentase UMKM yang besar di berbagai negara berkembang di G20, seperti Indonesia, India, Tiongkok dan Brasil transformasi ekonomi global masa depan akan dilengkapi dengan baik dengan gambaran yang cukup dan dapat diandalkan. Hal ini sejalan dengan tema utama B20 Indonesia tahun ini, memajukan pertumbuhan yang inovatif, inklusif dan kolaboratif yang melibatkan UKM menyiratkan melibatkan masyarakat dan kebijakan ekonomi adaptif, pertumbuhan inklusif dan pertumbuhan hijau, dan kesejahteraan sosial.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah mengatakan bahwa jalan menuju ekonomi hijau membutuhkan peran UKM untuk terlibat dalam perubahan. Pasalnya, UKM dikatakan memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia.

"Jika kita ingin mempercepat kemajuan SDGs, kita harus memperkuat kolaborasi dan keterlibatan dengan banyak pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, LSM, dan lembaga penelitian, serta kementerian dan lembaga lain untuk implementasi ekonomi hijau bagi UKM," pungkas Siti Azizah.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN