Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis, 29 April 2021.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis, 29 April 2021.

FOKUS TANGANI COVID-19

THR ASN 2021 Tanpa Tunjangan Kinerja

Kamis, 29 April 2021 | 19:29 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan komponen Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Lebaran 2021 hanya terdiri gaji pokok dan tunjangan melekat. Artinya tunjangan kinerja kembali tidak dimasukkan pemerintah dalam komponen pembayaran THR di tahun ini.

Adapun kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2021 terkait pemberian THR dan gaji ketiga belas untuk ASN, TNI, Polri, dan pensiunan. Dalam PP  tersebut berisi komponen THR yakni gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.

"THR yang dibayarkan pada tahun ini adalah diberikan sebesar gaji pokok dan tunjangan melekat.”tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (29/4).

Selain itu ia mengungkapkan alasan pemerintah menggunakan skema seperti tahun 2020 yakni mempertimbangkan penanganan Covid-19 yang masih dihadapi di tahun ini, selain itu pemerintah juga masih terus fokus dalam penanganan Covid-19 dan sekaligus melakukan akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

"Ini merupakan langkah pemerintah untuk di satu sisi tetap berikan THR untuk seluruh PNS, pensiunan, dan P3K, namun di sisi lain pemerintah yang dalam kondisi Covid-19 butuh dana untuk penanganan sekaligus berikan perhatian yang masih dibutuhkan dari pemerintah," papar Sri Mulyani.

Di sisi lain, ia mengatakan instrumen APBN merupakan alat untuk tetap fokus dalam penanganan Covid-19 khususnya untuk melindungi masyarakat yang paling rentan dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos).

Sri Mulyani menyatakan pemerintah memerlukan anggaran lebih untuk mengimplementasi beberapa program seperti, Kartu Prakerja, subsidi kuota internet, bantuan produktif untuk pelaku UMKM, dan imbal jasa penjaminan (IJP) UMKM.

"Dengan demikian pemerintah terus mencoba menyeimbangkan dalam berbagai tujuan yang saya tahu sangat penting sesuai arahan Pak Presiden agar ekonomi betul-betul bisa tertangani, tapi tetap berikan PNS THR," jelas Sri Mulyani.

Adapun pemerintah akan menggelontorkan Rp 30,8 triliun untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pensiunan dengan penyalurannya akan dilakukan mulai periode H-10 sampai H-5 sebelum Idul Fitri.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN