Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sumber: BSTV

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sumber: BSTV

Tiga Bendungan di Jawa Timur Siap Difungsikan Tahun Ini

Investor Daily, Kamis, 23 Januari 2020 | 23:52 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Sumber Daya Air menargetkan pembangunan Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Tukul di Pacitan, dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro selesai dan berfungsi pada tahun ini.

Pembangunan ketiga bendungan tersebut bertujuan untuk mencapai misi ketahanan pangan dan ketahanan air. Ketiganya juga memiliki peran multiguna sebagai pengendali banjir, sumber air baku, sumber air daerah irigasi, dan pembangkit listrik.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, tidak ada kesulitan dalam teknik konstruksi bendungan. Tantangannya lebih pada tebing di sekitar lokasi bendungan yang rentan longsor. Karenanya, penanganan longsor akan ditambah dengan pembuatan sabo dam untuk menahan pasir dan batu dari hulu sungai.

“Lanskap di lokasi bendungan juga ditata karena Pacitan memiliki pemandangan bagus dan tujuan wisata. Tampungan air di Pacitan akan kita tambah karena Pacitan termasuk daerah kering,” jelas Menteri Basuki.

Dia menjelaskan, bendungan Bendo yang berada di Ponorogo memiliki kapasitas 43,11 juta meter kubik air untuk suplai irigasi di Kabupaten Madiun dan Ponorogo yang seluas 7.800 hektare.

Selain itu, bendungan ini juga berguna untuk menyalurkan air baku sebesar 780 liter per detik, pembangkit listrik sebesar 4 MW dan mereduksi banjir 490 meter kubik per detik.

Bendungan Bendo yang memiliki tinggi 71 meter ini dibangun mulai 2013 dan direncanakan selesai pada 2020. Konstruksinya dikerjakan PT. Wijaya Karya, PT. Hutama Karya dan PT. Nindya Karya (KSO) dengan nilai kontrak Rp 709,4 miliar.

Sedangkan Bendungan Tukul, sambung Basuki mampu menampung 8.68  juta meter kubik air untuk menyuplai irigasi seluas 600 hektare dan air baku 300 liter per detik. Bukan hanya itu, bendungan ini juga berfungsi mengurangi banjir di Pacitan karena dapat mengendalikan debit banjir yang berasal dari anak Sungai Grindulu.

Berbeda dengan Bendo, pembangunan bendungan Tukul dimulai pada 2013 hingga 2020 dan dikerjakan PT. Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 636 miliar.

Bendungan ketiga yang akan selesai di 2020 adalah Bendungan Gongseng yang pembangunannya  dimulai pada 2013 hingga 2020 dengan kapasitas tampungan 22,43 juta meter kubik.

Bendungan yang terletak di Kabupaten Bojonegoro ini berfungsi untuk melayani irigasi seluas 6.191 hektare, layanan air baku 300 liter per detik, mereduksi banjir 133,27 meter kubik per detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 0,7 MW. (c-01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA