Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

AIRLANGGA HARTARTO:

Tiga Juta Vaksin Sinovac akan Tersedia Akhir 2020

Kamis, 22 Oktober 2020 | 20:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) menyatakan di akhir tahun 2020 akan tersedia tiga juta dosis vaksin dari Sinovac Biotech dan 15 juta dosis vaksin dari Sinopharm. Upaya pengembangan vaksin tidak hanya dilakukan dari lembaga riset dalam negeri saja namun juga bekerjasama dengan pihak lain.

“Ada tiga juta vaksin, ini diharapkan tentu masih ada sertifikasi yang diperlukan yaitu dari Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan). Pemerintah tidak ingin ada efek samping dari vaksinasi,” ucap  Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite PC PEN Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (22/10).

Pemerintah menempuh dua jalur dalam memproduksi vaksin Covid-19. Pertama melalui jalur mandiri atau dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri. Dalam hal ini pemerintah sedang mengembangkan vaksin Merah Putih. Dari riset yang dilakukan, pengembangan vaksin baru selesai pada kuartal kedua 2021 dan diperkirakan baru bisa diproduksi pada akhir 2021.

Jalur kedua melalui kerja sama internasional dari sejumlah perusahaan yang melakukan riset dan sudah dalam tahap akhir uji klinis di antaranya Sinovac, Sinopharm dengan G40 melalui Uni Emirat Arab, Cansino, dan Astra Zeneca.

Ia mengatakan, Bio Farma juga sedang menyiapkan 15 juta dosis berbentuk bahan baku yang disiapkan akhir tahun dan akan diproduksi.

Selain itu Cansino juga akan memproduksi sebanyak 100 ribu dosis. Vaksin baru bisa dikeluarkan apabila sudah memenuhi persyaratan dan proses sertifikasi. Setelah sertifikasi baru bisa masuk ke tahap imunisasi

“Itu memang akan memakan waktu. Jadi kehati-hatian kita tetap utamakan yang pertama tentu kehati-hatian karena ini melibatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pemerintah tidak ingin ada efek-efek samping yang diakibatkan dari pada vaksinasi,” ucap Airlangga.

Vaksin akan diprioritaskan untuk  pihak yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 yaitu tenaga medis seperti dokter dan perawat. Kedua yaitu aparat dan penegak hukum.  Prioritas berikutnya aalah untuk masyarakat yang tergolong rentan.

“Pemerintah sedang mempersiapkan masterplan-nya dan roadmap dan masterplan ini akan dibahas kemudian dilaporkan ke Presiden. Sesudah itu baru diputuskan siapa yang didahulukan,” ucapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan untuk anggaran pengadaan vaksin akan dijalankan dengan sistem multiyears. Dimulai tahun ini dan dilanjutkan tahun depan di mana penganggaran dilakukan secara bertahap.

Sri Mulyani menekankan pemerintah akan bersikap transparan mengenai anggaran penggunaan vaksin.

“Ada ketidakpastian harga dan akan (berjalan) secara dinamis, yang penting kita transparan. Ini masalah seluruh dunia, dan kita mengkomunikasikan ke masyarakat secara jelas dan kita melakukan kerjasama internasional,” ucapnya.

Menurutnya pengadaan vaksin harus dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Sehingga bisa menentukan prioritas masyarakat yang berhak menerima vaksin duluan.

Selain itu terdapat tantangan dari sisi logistik, pembahasan insentif, dan distribusi ke seluruh Indonesia dengan biaya yang tidak mudah dan tidak murah, dan ada tambahan dari apbn.

“Vaksin ini harus disimpan di tempat yang minus 7 derajat,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN