Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Agro Global Sentosa dari Makassar, Sulawesi Selatan serta PT Mahaquinn Energi Indonesia dan PT Taiba Cococha Indonesia dari Bogor, Jawa Barat melakukan pelepasan ekspor perdana, Senin 18 Oktober 2021. (Foto: Dok. Kemendag)

PT Agro Global Sentosa dari Makassar, Sulawesi Selatan serta PT Mahaquinn Energi Indonesia dan PT Taiba Cococha Indonesia dari Bogor, Jawa Barat melakukan pelepasan ekspor perdana, Senin 18 Oktober 2021. (Foto: Dok. Kemendag)

Tiga UKM Peserta ECP Berhasil Tembus Pasar Global

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:09 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil mencetak tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor lewat program pendampingan ekspor (export coaching program atau ECP).

Ketiga UKM tersebut adalah PT Agro Global Sentosa dari Makassar, Sulawesi Selatan serta PT Mahaquinn Energi Indonesia dan PT Taiba Cococha Indonesia dari Bogor, Jawa Barat.

Dilansir dari keterangan pers Kemendag, PT Agro Global Sentosa melakukan ekspor cengkeh lalpari ke pasar Singapura dengan nilai transaksi US$ 90 ribu. Sementara itu, PT Mahaquinn Energi Indonesia melakukan ekspor produk briket arang batok kelapa sebanyak satu kontainer ke Yordania hari ini dan satu kontainer lagi di akhir Oktober nanti. Nilai transaksi ekspor tersebut diperkirakan mencapai US$ 60 ribu. 

PT Taiba Cococha Indonesia juga mengekspor produk briket arang batok kelapa sebanyak dua kontainer untuk tujuan pasar Arab Saudi dengan nilai transaksi US$ 60 ribu.  

"Pasar tujuan pada pelepasan ekspor hari ini adalah Singapura, Yordania, dan Arab Saudi. Ketiganya merupakan pasar bagi produk-produk Indonesia dengan permintaan yang cukup besar. Yordania adalah pasar nontradisional di kawasan Timur Tengah yang terus kita dorong untuk dapat ditingkatkan ekspornya," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Kemendag Nasional Didi Sumedi, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Senin (18/10).

Didi menjelaskan, Kemendag akan terus berupaya mendorong UKM Indonesia agar dapat tembus ke pasar global.

Dirinya menekankan, pelaku usaha harus dapat memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya. Serta memerhatikan kondisi perekonomian pasar tujuan ekspor yang menjadi salah satu faktor penting keberhasilan untuk menembus pasar ekspor.

"Meskipun pandemi Covid-19 belum usai, tetapi jumlah pelaku ekspor kita justru kian bertambah. Semoga, kegiatan ini (ECP) menginspirasi pelaku usaha lain di seluruh Indonesia untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Didi.

Diketahui, ECP mencakup peningkatan kualitas produk, kesiapan proses ekspor, pemasaran dan pencarian calon pembeli potensial, perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, desain dan kemasan produk untuk tujuan ekspor, serta pengembangan tim ekspor. 

Untuk pelaksanaan ECP di Sulawesi Selatan, Kemendag bekerja sama dengan dinas perdagangan setempat. Program ECP di Sulawesi Selatan baru mencapai tahap keempat, yaitu pendampingan produk.

Sementara itu, program ECP di wilayah Jakarta dan Bodetabek diselenggarakan atas kerja sama Kemendag dengan kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Program ECP di Jakarta dan Bodetabek sudah memasuki tahap kelima yaitu penjajakan bisnis (business matching). 

Pada kegiatan bersamaan pelepasan ekspor kali ini, untuk ECP wilayah Jabodetabek digelar pula penjajakan bisnis yang difasilitasi Atase Perdagangan Kuala Lumpur, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chennai, ITPC Sydney, dan ITPC Jeddah.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN