Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi tiket.com. ( Foto: Istimewa)

Ilustrasi tiket.com. ( Foto: Istimewa)

Tiket.com Cetak Lonjakan Pemesanan Kamar Hotel 122%

Jumat, 9 April 2021 | 09:48 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Salah satu online travel agent (OTA), Tiket.com menerima lonjakan pemesanan kamar hotel sebesar 122% pada kuartal IV-2020, dibandingkan kuartal sebelumnya.

Jika ditambah pemesanan kamar villa, terjadi kenaikan sebesar 118%.

VP Brand Marketing Maria Risa Puspitasari menerangkan, saat ini, Tiket.com fokus membantu pemulihan pariwisata nasional.

Perusahaan ini berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang sudah membuka lebar peluang untuk bekerja sama dalam hal meningkatkan okupansi di daerah-daerah wisata, khususnya di lima destinasi super prioritas.

“Salah satu langkahnya adalah kami membuat workshop digitalisasi pelaku pariwisata di lima destinasi super prioritas. Tujuannya agar saat vaksinasi Covid-19 berjalan lancar, pelaku pariwisata bisa mengantisipasi kenaikan permintaan,” ucap dia saat media visit ke Berita Satu Media Holding (BSMH) secara virtual, Kamis (8/4).

Wanita yang akrab disapa Icha ini mengakui, pemulihan berjalan lambat, tetapi pasti.

Jika dahulu banyak yang memprediksi pemulihan akan berlangsung selama enam bulan, satu atau dua tahun, hal itu menandakan adanya kepastikan bahwa pariwisata akan kembali pulih.

Dia mengaku, pergerakan pemesanan semakin positif, khususnya di Tiket.com.

“Bahkan, pada kuartal IV-2020, kami membukukan rekor dibandingkan sebelum pandemi,” ucap Icha.

Dia mengaku, pihaknya selalu berkolaborasi dengan pemerintah agar kebijakan perusahaan tidak berlawanan dengan pemerintah.

Contohnya, menyikapi larangan mudik pemerintah.

Tiket.com tidak mempromosikan mudik, melainkan selalu menerapkan protokol kesehatan jika masyarakat bepergian. Sebab, pada peraturannya, masyarakat masih bisa bepergian pada periode Lebaran, bila sesuai dengan syarat yang berlaku.

Icha menerangkan, mau sekeras apapun pemerintah melarang orang untuk beraktivitas atau bepergian, kenyataan di lapangan tidak terlalu berdampak.

Setiap ada long weekend, selalu ada peningkatan permintaan, meski sedikit.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN