Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto

Timbulan Food Loss and Waste di Indonesia Capai 23-48 Juta Ton/Tahun

Rabu, 9 Juni 2021 | 12:27 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   – Selama 20 tahun di periode 2000-2019, timbunan food loss and waste (FLW) di Indonesia mencapai 23-48 juta ton per tahun, atau setara dengan 115-184 kg/kapita/tahun yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan.

Timbulan terbesar dalam rantai pasok terjadi di tahap konsumsi, sementara berdasarkan jenis pangan terjadi di sektor tanaman pangan, khususnya kategori padi-padian.

Timbulan FLW pada 2000-2019 juga memberi dampak besar pada ekonomi berupa kehilangan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 4% - 5%, atau senilai Rp 213 triliun sampai Rp 551 triliun per tahun. Nilai kehilangan ekonomi paling besar terjadi di sektor tanaman pangan, persisnya di kategori padi-padian sebesar Rp 88 triliun sampai Rp 155 triliun per tahun.

Temuan ini terungkap dalam laporan Food Loss and Waste di Indonesia yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerja sama dengan World Resources Institute dan Waste for Change.

“Selama 20 tahun, total emisi gas rumah kaca dari FLW yaitu 1.702,9 megaton CO2-ek. Kontributor terbesar emisi gas rumah kaca dalam rantai pasok yaitu tahap konsumsi 58%,” kata Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto dalam pemaparan hasil laporan tersebut, Rabu (9/6/2021).

Arifin menjelaskan,  food loss merupakan kehilangan pangan yang terjadi pada tahap produksi hingga tahap pengemasan, misalnya sayur yang busuk di gudang penyimpanan. Sedangkan food waste merupakan pangan yang terbuang saat proses distribusi dan konsumsi. Misalnya sisa makanan di meja makan yang dibuang.

Untuk dampak sosial, yaitu kehilangan kandungan zat gizi dari FLW, antara lain energi, protein, vitamin A, dan zat besi. Sebagai contoh untuk kandungan zat gizi energi, rentang kehilangan gizi dari FLW per orang per hari sebesar 618-989 kkal. Jumlah populasi yang dapat diberi makan dari gizi FLW tersebut sebanyak 61-125 juta orang per tahun. 

“Kehilangan kandungan gizi dari FLW untuk jenis-jenis tersebut jika dapat dimanfaatkan dapat memenuhi hampir 100% kebutuhan gizi orang-orang yang kekurangan gizi di Indonesia,” ujar Arifin.

Menurutnya, terdapat sejumlah penyebab FLW di Indonesia. Antara lain kurangnya implementasi good handling practice, kualitas ruang penyimpanan yang kurang optimal, standar kualitas pasar dan preferensi konsumen, kurangnya informasi atau edukasi pekerja pangan dan konsumen, serta kelebihan porsi dan perilaku konsumen.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN