Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Tinjau Food Estate, Menteri PUPR Pastikan Sistem Irigasi Mengalir Baik

Jumat, 30 Oktober 2020 | 19:56 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

KAPUAS, investor.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pengembangan food estate di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Jaringan irigasi direhabilitasi dan dikembangkan bertahap guna memastikan air mengalir baik.

"Pada tahap awal, fokus (rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi) di Blok A, khususnya di zona A1 dan A5 sekitar 2.000 Ha, untuk memastikan saluran primer dan sekunder dapat mengalirkan air dengan baik. Sehingga pencucian lahan berjalan baik untuk mengurangi kadar keasaman dengan membuang bahan beracun yang ada di lahan rawa," katanya saat meninjau Daerah Irigasi (DI) Rawa Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Dalam tinjauannya tersebut, Basuki didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko mengendarai sepeda motor menyusuri saluran primer dan sekunder di daerah irigasi tersebut untuk mengecek pekerjaan galian saluran dan kondisi pengalirannya.

Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR
Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Ia juga menyampaikan bahwa kawasan food estate di Kalteng akan dikembangkan untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) atau lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) dengan leading sektor Kementerian Pertanian yang dimulai sejak akhir September 2020 lalu. 

Adapun progres pelaksanaan di lahan Eks-PLG untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi Blok A seluas 38.631 Ha, pekerjaan konstruksinya sudah dimulai sejak 28 September 2020 dengan kontrak tahun jamak 2020-2022 senilai Rp 738,04 miliar oleh PT. Wijaya Karya - Hutama Karya - Adipatria, KSO.

Dari total luas lahan di Blok A tersebut, sebanyak 17.257 Ha irigasinya akan direhabilitasi dan 21.374 Ha akan ditingkatkan kondisinya. Tahun 2020 ini,  PUPR memprioritaskan rehabilitasi dan peningkatan irigasi seluas 2.100 Ha di Dadahup (Blok A) yang ditargetkan tuntas akhir 2020.

Sementara lingkup pekerjaan utamanya terdiri dari pekerjaan galian saluran primer utama sepanjang 27.000 (meter), saluran primer pembantu 35.500 m, saluran sekunder 78.500 m, tersier 455.000 m, kuarter 681.000 m, dan kolektor 70.500 m.

Selain itu, dilakukan juga pembuatan pintu air otomatis, box culvert, dan rumah pompa yang saat ini progres pekerjaannya mencapai 76,56%, pembangunan rumah pompa sebesar 13,16%, pintu air otomatis sebesar 7,22%, dan box culvert 2,64%.

Sedangkan untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi pada Blok B, C, D seluas 91.500 hektare rencananya dilelang dini pada 28 September 2020 dan ditargetkan terkontrak pada Januari 2021. Anggaran untuk blok tersebut sebesar Rp 4,4 triliun dan dilaksanakan secara single year contract (SYC).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN